RELUNG.ID – Penjualan mobil listrik Tesla mengalami penurunan selama dua tahun berturut-turut.
Hal ini membuat Tesla harus merelakan posisinya sebagai produsen kendaraan listrik baterai (BEV) terbesar di dunia.
Berdasarkan laporannya, sepanjang 2025, Tesla mengirimkan 1.636.129 kendaraan, turun 8,5 persen dibandingkan 2024.
Kinerja terlemah terjadi pada kuartal IV 2025, dengan pengiriman 418.227 unit, atau turun 15,61 persen secara tahunan dan berada di bawah proyeksi analis.
Penurunan ini membuat Tesla disalip oleh BYD, yang mencatatkan penjualan 2.256.714 mobil listrik murni sepanjang 2025, tumbuh hampir 28 persen. Dengan capaian tersebut, BYD unggul lebih dari 600 ribu unit dari Tesla.
Di Eropa, penjualan Tesla turun 28 persen, sementara di Tiongkok melemah lebih dari 7 persen akibat persaingan ketat dari produsen lokal. Analis menilai jajaran produk Tesla mulai kehilangan daya tarik karena minim model baru.
Meski bisnis penyimpanan energi Tesla mencatat rekor pengiriman 14,2 GWh pada kuartal terakhir, perusahaan diperkirakan menutup 2025 dengan pendapatan dan laba yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. (LWM)

