RELUNG.ID – Kualitas sperma pada pria adalah faktor utama untuk mendapatkan keturunan. Namun apabila sperma pria dinyatakan rusak bisa menimbulkan kemandulan.
Nah informasi ini, sangat penting diketahui oleh kaum adam untuk antisipasi. Apabila terjadi bisa saja dicarikan solusinya atau penyembuhan.
Baca Juga: 5 Makanan Bisa Membantu Pertumbuhan Gigi Bayi
Melansir dari laman Cleveland Clinic dan Mayo Clinic, inilah enam penyebab rusaknya kualitas sperma pria.
1. Testis Terpapar Panas Berlebih
Testis akan bekerja secara optimal jika suhu nya terjaga dengan baik. Jika suhu testis mengalami peningkatan hingga 37 derajat celsius maka produksi sperma dapat terganggu.
Ada beberapa hal yang memicu peningkatan suhu berlebih pada testis, yakni berendam di air panas dalam waktu yang cukup lama, memangku laptop saat bekerja, penggunaan celana yang terlalu ketat, atau duduk terlalu lama di tempat yang panas.
2. Obesitas
Kegemukan atau obesitas ternyata ikut mempengaruhi kualitas sperma pria. Pasalnya kondisi ini memicu terjadinya disfungsi ereksi hingga perubahan hormon testosteron yang berkaitan langsung dengan produksi sperma.
Pernyataan ini juga diperkuat oleh studi dari Central European journal of urology, yang menjelaskan bahwa peluang ketidaksuburan atau infertilitas akan meningkat sebesar 10% untuk setiap 9 kg berat badan pada pria dengan obesitas.
3. Konsumsi Alkohol dan Rokok
Alkohol dan rokok memang memiliki manfaat negatif bagi kesehatan, salah satunya merusak kualitas sperma pria hingga mempengaruhi kesuburan secara keseluruhan.
Baca Juga: Catat! Ini 4 Bahan Alami Obatin Ambien
Selain itu, rokok juga turut mempengaruhi mortalitas sperma yang membuatnya berjalan lebih lambat atau tidak berjalan sama sekali saat proses pembuahan. Tak sampai disitu, studi dari Postgraduate Medicine menyebutkan bahwa merokok dapat merusak DNA sperma dan meningkatkan risiko impotensi.
4. Adanya Infeksi
Ada beberapa penyakit infeksi yang bisa memicu rusaknya kualitas sperma pria, yaitu radang epididimis (epididimitis), radang testis (orkitis), gonore, dan HIV. Berbagai penyakit infeksi ini juga bisa memicu kerusakan testis permanen.
5. Varikokel
Varikokel merupakan kondisi medis yang menyebabkan pembesaran pembuluh darah pada skrotum di sebelah kiri testis. Kondisi ini dapat terjadi pada sekitar 15 – 20% pada semua laki-laki, tetapi umum ditemukan pada 40% laki-laki yang memang mengalami ketidaksuburan. Pembesaran pembuluh darah akan membuat skrotum panas sehingga dapat mengganggu produksi sperma.
6. Ejakulasi retrograde
Ejakulasi retrograde atau ejakulasi terbalik dapat terjadi ketika air mani yang seharusnya keluar dari penis justru kembali memasuki kandung kemih saat terjadinya orgasme. Hal ini tentu memicu rusaknya kualitas sperma pria.
Ada beberapa penyebab munculnya kondisi ini, yaitu diabetes, cedera tulang belakang, operasi kandung kemih, penyakit prostat, atau pengobatan alpha-blocker.
Semoga bermanfaat

