RELUNG.ID – Upaya kedua untuk menangkap mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-Yeol, kembali memanas. Tim penyidik Anti Korupsi (CIO) bentrok dengan pihak yang menjaga kediaman Yoon, Selasa (14/1/2025), saat mencoba menegakkan surat penangkapan terhadap presiden yang telah dimakzulkan tersebut.
Menurut laporan wartawan AFP di lapangan, penyidik yang didampingi beberapa personel kepolisian harus berhadapan dengan blokade dari sejumlah individu yang belum diidentifikasi di sekitar kediaman Yoon. Situasi memanas ketika penyidik terpaksa menggunakan tangga untuk masuk ke dalam rumah.
Rekaman Yonhap TV menunjukkan sekitar 20 penyidik akhirnya berhasil memasuki kediaman Yoon menggunakan tangga, tetapi bentrokan fisik terjadi antara penyidik dan penjaga kediaman. Akibat bentrokan tersebut, setidaknya satu orang terluka dan segera dievakuasi dari lokasi.
Pengacara Yoon tampak berada di depan kediaman, memprotes tindakan penyidik dan menantang validitas surat penangkapan. Namun, pejabat pemerintah, Choi Sang-Mok, menegaskan bahwa siapa pun yang menghalangi penegakan hukum akan menghadapi konsekuensi.
“Setiap individu yang menghalangi proses hukum akan dikenakan hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” kata Choi.
Ini bukan kali pertama penyidik CIO berupaya menangkap Yoon Suk-Yeol. Pada 3 Januari lalu, mereka juga gagal melaksanakan surat penangkapan setelah dihalangi oleh Petugas Keamanan Presiden (PSS) selama berjam-jam.
Yoon Suk-Yeol dimakzulkan tahun lalu atas tuduhan korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi pemerintah. Penangkapan Yoon menjadi langkah besar dalam kampanye antikorupsi yang sedang digalakkan di Korea Selatan.
Meski demikian, penahanan mantan presiden tetap menjadi isu sensitif yang memicu kontroversi di tengah masyarakat. Kini, perhatian publik tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil pemerintah dan penyidik untuk menyelesaikan kasus ini.[TRA]

