Satreskrim Polres Musirawas terus mengejar dan mengumpulkan informasi terkait perampokan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Batu Bandung, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, Kabupaten Musirawas, Sumsel.
Kasat Reskrim Polres Musirawas, AKP Dedi Rahmat Hidayat mengatakan saat ini tim masih bergerak di lapangan untuk mengejar para pelaku ini. Karena menurutnya, para pelaku ini sudah hampir teridentifikasi.
“Berdasarkan kronologi mengenai persesuaian antara tempat kejadian dengan posisi korban, masih ada indikasi kecurigaan bahwa para pelaku ini merupakan pemain lokal atau ‘orang dalam’ yang ikut terlibat,” katanya.
Pasca kejadian pihaknya sudah mendatangi TKP sekaligus langsung mengamankan dan membawa korban ke Polres Mura untuk diambil keterangan. “Memang kasus kemarin dilaporkan di Polsek Muara Beliti, kami ambil alih di Satreskrim Polres Musi Rawas,” jelas Kasat Reskrim.
Adapun kronologis kejadian menurutnya sekitar pukul 06.30 WIB telah terjadi penghadangan terhadap kendaraan minibus warna abu-abu milik korban. Di setop oleh tujuh pelaku. Para pelaku diantaranya membawa senjata tajam (Sajam) dan senjata api rakitan (Senpira).
“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp370 juta kurang lebih,” ungkapnya.
Dedi juga menambahkan, sampai saat ini pihaknya sudah mengambil keterangan dari dua korban yakni sopir dan bendahara. Termasuk pula mengambil keterangan dari Ibu yang merekam peristiwa tersebut.
Untuk keamanan di jalinsum, pihaknya telah menerjunkan personel baik yang berpakaian dinas ataupun Samapta maupun yang berpakaian preman.
“Sejauh ini kondisinya masih aman,” pungkasnya.
Seperti diketahui, aksi perampokan di Jalinsum Musirawas ini terjadi pada Senin (19/9), yang menjadi korbannya yakni Alfian Efendi karyawan CV Sahabat Musi Rawas Sempurna (CV SMS). Saat kejadian korban dalam perjalanan dari Lubuklinggau menuju PT SNI (Sawit Nusantara Indonesia) di Desa Taba Dendang, Kecamatan Muara Saling, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan.
Kemudian, para pelaku menghadang kendaraan korban dengan kayu balok. Lalu, keluarlah ke-7 pelaku dari semak-semak. Para pelaku pun mengancam korban dengan mengunakan sajam, dan senpira. Bahkan, pelaku juga sempat memukul korban dengan kayu.
Akibatnya, korban kehilangan barang berupa 1 buah tas berisikan laptop ASUS, 1 buah tas sandang warna hitam merk SHERCK berisikan HP Nokia 1100, KTP, SIM, ATM BRI, BNI, Kartu BPJS dan uang Rp300.000. Selain itu kehilangan 1 plastik warna hitam berisikan uang Rp300.000.000 dan satu buah tas berisi uang belum diketahui. Apabila ditaksir korban mengalami kerugian sekitar Rp350.000.000. Aksi ini pun berhasil terekam kamera warga yang melintas, hingga akhirnya menjadi viral.
