RELUNG.ID – Ancaman kerusakan ekosistem perairan akibat praktik penangkapan ikan ilegal terus menghantui nelayan di Banyuasin. Menyikapi hal itu, Kilang Pertamina Plaju bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menggelar sosialisasi larangan illegal fishing di Kelurahan Mariana Ilir, Kecamatan Banyuasin I, Jumat (19/9/2025).
Kepala Dinas Perikanan Banyuasin, Septi Fitri, menegaskan upaya menjaga kelestarian perikanan tidak bisa dilakukan sepihak. Ia menyoroti pentingnya sinergi, terutama lewat penguatan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas).
“Illegal fishing selama ini dianggap sepele, padahal merusak ekosistem dan mengancam keberlanjutan perikanan. Kami berharap laporan dari Pokmaswas bisa segera ditindaklanjuti Satker Pengawas KKP dan Polairud,” tegasnya.
Koordinator Satwas SDKP Palembang, Hafid AlFajri, mengungkapkan praktik ilegal masih marak, mulai dari penggunaan alat tangkap merusak, penyetruman ikan, hingga kapal tanpa izin. “Banyak pelaku bahkan berprofesi ganda, siang bertani, malam menyetrum ikan. Sosialisasi berkelanjutan dan penguatan Pokmaswas jadi kunci,” ujarnya.
Plt. Kabid DKP Sumsel, Helen Filiani, menambahkan perlunya regulasi hingga tingkat desa agar kelembagaan Pokmaswas semakin kuat. “Pokmaswas adalah garda terdepan. Tanpa mereka, pengawasan di lapangan tak akan maksimal,” katanya.
Ketua Pokmaswas Pulai Salah Nama, Sahrul, mengakui tantangan besar di lapangan. “Kami sering menegur pelaku, tapi kerap mendapat perlawanan. Akibatnya tangkapan nelayan tradisional menurun, sementara pelaku illegal fishing makin leluasa,” keluhnya.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI RU III Plaju, Siti Rachmi Indahsari, menegaskan komitmen Pertamina dalam konservasi ikan Belida, ikon kebanggaan Sumsel yang statusnya terancam punah. Sejumlah inisiatif dilakukan, dari restocking puluhan ribu ikan, pembentukan Pokmaswas, hingga advokasi kebijakan pelestarian.
“Melalui berbagai langkah ini, kami ingin menjadi inspirator dalam penyelamatan sumber daya perikanan di Sumsel. Prinsip kami jelas: hidup berdampingan dengan Sungai Musi,” tegas Rachmi. (CKM)

