RELUNG.ID – Dengan tenggat kurang dari sebulan sebelum puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan tengah berpacu dengan waktu untuk memastikan seluruh ruas jalan nasional di provinsi ini berstatus aman dilalui. Targetnya ambisius: 1.500 kilometer jalan nasional harus selesai dipreservasi sebelum 20 Desember.
Kepala BBPJN Sumsel, Panji Krisna Wardana, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan serentak di berbagai titik karena Sumsel menjadi jalur strategis bagi pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumatera bagian utara.
“Preservasi jalan kita kebut secara simultan. Fokus utama adalah keselamatan pengendara. Nataru selalu menjadi momen paling kritis,” ujar Panji saat meninjau perbaikan di ruas Palembang–Tanjung Api-Api, Rabu (26/11/2025).
Meski secara umum kondisi jalan nasional dinilai mantap, ada satu titik yang mendapat perhatian ekstra: Palembang–Betung. Ruas ini dikenal sebagai urat nadi pergerakan kendaraan lintas Sumatera. Kondisi penyempitan di Simpang Y Sukajadi membuat kemacetan menjadi momok tahunan.
Kepala Satker PJN I, Alfredo, menyebut ruas ini menjadi fokus khusus karena karakteristiknya yang rawan perlambatan.
“Palembang–Betung ini bottleneck Sumsel. Semua kendaraan dari Jawa menuju Sumatera masuk sini. Kontur jalan naik-turun di Km 12–22, ditambah kendaraan ODOL yang masih masif, membuat jalur makin berat,” katanya.
BBPJN berharap aturan larangan truk over dimension over loading (ODOL) dapat diberlakukan lebih cepat agar arus kendaraan saat Nataru tidak tambah tertekan.
Selain Palembang–TAA dan Palembang–Betung, sejumlah ruas lain seperti Mangunjaya–Muara Beliti juga masuk program perbaikan. Namun untuk ruas tersebut, pekerjaan baru dapat dimulai setelah penetapan hasil tender dari Kementerian PUPR.
Walau begitu, Alfredo memastikan pengerjaan tetap terencana dan tidak mengganggu kesiapan Nataru.
“Target kami seluruh ruas nasional siap. Paling lambat 20 Desember sudah rampung,” katanya.
Total 1.500 km pekerjaan bukan hanya soal badan jalan. BBPJN juga menangani saluran air, bahu jalan, jembatan, hingga pembersihan vegetasi.
“Preservasi mencakup patching, rehab minor, rehab mayor, hingga rekonstruksi. Kami pastikan semuanya dalam kondisi layak,” jelas Alfredo.[THQ]

