RELUNG.ID – Ratusan pedagang pasar induk Nendagung terpaksa direlokasi sementara waktu. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam tengah melakukan perbaikan sarana dan prasarana.
Berdasarkan pantauan redaksi, proses relokasi yang telah disosialisasikan sebelumnya berjalan cukup lancar dimana penentuan lapak berjualan sementara di lakukan secara undian oleh Dinas Perdagangan.
Wali Kota Lubuklinggau, Ludi Oliansyah mengungkapkan, pengundian ini dirasa cara yang tepat dan adil bagi para pedagang dan tidak pilih kasih atau diskriminasi.
“Jadi jika lapak untuk berdagang di undi seperti ini maka tfdak akan timbul kecemburuan antar pedagang,” katanya, Selasa (23/9/2025)
Ludi Oliansyah menjelaskan relokasi lapak pedagamg ini hamya bersipat sementara, sampai Pasar Nendagung selesai dibangun.
“Insya Allah dalam waktu 3 bulan kedepan, Pasar terminal Nendagung selesai dibangun, dan para pedagang bisa berdagang kembali di kawasan terminal ini dengan suasana yang bersih, tertata rapi, nyaman dan aman,”kata dia
Sementara itu kepala bidang Perdagangan Diskprindagkop kota Pagar Alam Andre Siregar mengungkaplan kedepan pedagang yang alan menempati bangunan pasar baru tersebut lapak berjualannya akan di kelompokkan sesuai dengan barang dagangan sehinggga suasana dan kondisi pasar itu nantinya terlihat rapih dan teratur.
“Bangunan pasar Nendagung yang baru nanti akan menempati lapak-lapak di kelompokkam sesuai dengan barang daganngnya masing-masing seperti kelompok pedagang buah dan sayur,daging dan ikan sehingga lebih tertata rapih dan bersih,”ucapnya
Sementara itu, Kepala Satpol PP kota Pagar Alam, Mastula Mukhlis menegaskan, pihaknya akan terus menegakkan aturan larangan berdagang di tempat fasilitas umum dan mengharapkan para pedagang untuk mentatatinya.
“Perda larangan berdagang di trotoar dan kaki lima alan terus kami sosialisasikan dan di harapkan dengan adanya bangunan pasar yang baru nanti kondisi kota Pagar Alam akan lebih tertata,” pungkasnya. (TFK)

