Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Perekonomian Indonesia Triwulan III Tumbuh 5,7 Persen
Lifestyle

Perekonomian Indonesia Triwulan III Tumbuh 5,7 Persen

alwiBy alwi07/11/2022
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ekspansi perekonomian Indonesia terus melaju kuat di tengah peningkatan risiko perlambatan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2022 tercatat sebesar 5,7 persen (yoy), sejalan dengan proyeksi Kementerian Keuangan sebelumnya. Menguatnya perekonomian nasional juga ditunjukkan oleh tingkat pertumbuhan triwulan III terhadap triwulan II-2022 yaitu sebesar 1,8 persen (qtq).

“Pencapaian ini perlu digarisbawahi mengingat ekspansi aktivitas perekonomian pada triwulan II sendiri sudah sangat kuat karena dorongan dari momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Dengan tingkat pertumbuhan ini juga, level PDB nasional secara kumulatif sampai dengan triwulan III-2022 semakin melampaui level PDB (Produk Domestik Bruto) prapandemi atau lebih tinggi 6,6 persen dari kumulatif triwulan I sampai III 2019,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dalam rilisnya, Senin (7/11).

Lebih lanjut, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga masih relatif tinggi sebesar 5,4 persen (yoy). Pencapaian ini sejalan dengan indikator konsumsi, termasuk rata-rata Indeks Penjualan Riil yang tumbuh 5,5 persen (yoy) pada triwulan III-2022. Penguatan program perlindungan sosial pemerintah dalam meredam tekanan dari penyesuaian harga energi melalui peningkatan subsidi energi, Bantuan Subsidi Upah, Bantuan Langsung Tunai, serta penyaluran bantuan melalui pemerintah daerah turut berperan dalam menjaga kesinambungan pemulihan daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan. Hal ini juga ditunjukkan oleh tingkat inflasi yang tidak setinggi yang diperkirakan sebelumnya.

Secara tahunan, Kementerian Keuangan memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2022 akan berada pada kisaran 5,0 hingga 5,3 persen. Laju ekspansi perekonomian diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Indikator perekonomian terkini masih menunjukkan konsistensi ekspansi perekonomian, termasuk PMI Manufaktur nasional yang masih ekspansif, pertumbuhan konsumsi listrik oleh industri dan bisnis yang masih tinggi, serta tingkat inflasi yang mulai mereda.

Sementara dari sisi domestik, laju pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di triwulan III diantaranya juga diakibatkan oleh faktor dorongan dari basis pertumbuhan yang relatif rendah (low base-effect) akibat dari tingginya kasus varian Delta Covid-19 di triwulan III tahun 2021. Pertumbuhan ekonomi di triwulan IV diperkirakan akan moderat, terutama mempertimbangkan siklus perekonomian yang relatif melambat di akhir tahun setiap periodenya, serta high base-effect akibat fenomena pent-up demand pasca relaksasi PPKM Level IV di triwulan IV 2021.

Namun demikian, risiko gejolak ekonomi global yang penuh ketidakpastian perlu terus diantisipasi. PMI manufaktur global masih berada pada zona kontraksi dalam 2 bulan terakhir. Tren inflasi yang tinggi masih terjadi, khususnya di kawasan Eropa dan Amerika Serikat. Kondisi ini kemudian diikuti juga dengan percepatan pengetatan suku bunga acuan bank sentral utama di dunia. Momentum pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung akan terus dijaga dengan menjaga pelaksanaan APBN 2022 yang waspada, antisipatif, dan responsif dalam menghadapi ancaman dan risiko global yang tidak pasti.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAkhir November, Lift di Jembatan Ampera Ditarget Beroperasi
Next Article Sempat Terhenti, OKU Dapat Tambahan 1.200 Dosis Vaksin Pfizer
alwi

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,960 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,829 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,802 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?