RELUNG.ID – Sampah plastik terus menjadi persoalan hampir di semua belahan dunia, tak terkecuali Sumsel.
Permasalahan ini pun menjadi sorotan utama di Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) ke 50 ini.
“Di HLHS ini, marilah kita menanamkan rasa kepedulian pada kelestarian lingkungan khususnya terhadap limbah plastik ini,” kata Gubernur Sumsel saat peringatan HLHS di Taman Purbakala Sriwijaya, Rabu (19/7).
Baca Juga: Koby Menangis Tinggalkan Gurunya Mati di markas Blackbeard
Menurutnya, salah satu cara untuk mengatasi persoalan sampah yaitu dengan cara mendaur ulang atau memanfaatkan kembali limbah plastik.
Namun, semua ini perlu kepedulian semua kalangan bahkan harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak dengan literasi yang benar terhadap penanganan limbah rumah tanggah atau sampah.
“Jika ini dilakukan secara masif maka akan tertanam kesadaran begitu pentingnya kelestarian alam dari ancaman sampah berbahaya khususnya sampah plastik,” pungkasnya.
Baca Juga: Helmeppo Ungkap Rahasia Koby, Punya Pukulan Sekuat Garp di manga One Piece
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel, Edward Chandra mengatakan, peringatan HLHS ini mengangkat tema ‘Solusi untuk Polusi atau Sampah Plastik.
Menurutnya, sampah termasuk persoalan yang penting untuk ditangani dimanapun, termasuk di Sumsel.
“Tercatat setidaknya ada 1.575 ton limbah masuk ke TPA dalam satu hari,” katanya.
Baca Juga: Remake Film ‘Hear Me’, Kim Min Ju Main bersama Roh Yoon Seo dan Hong Kyung
Pengelolaan sampah ini mengacu pada Peraturan Daerah mulai dari Pergub dan Perwako serta Perwali terkait dengna kebijakan dan strategi daerah tentang pengelolaan sampah.
“Peringatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita semua. Lingkungan yang sehat membutuhkan keterlibatan semua pihak,” pungkasnya.

