RELUNG.ID — Setelah menghadapi berbagai kendala teknis, perjuangan keras yang dilakukan oleh perwakilan sekolah akhirnya membuahkan hasil. SMA Negeri 4 Palembang dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palembang berhasil menyelesaikan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
Kepala MAN 2 Palembang, Yusri Erlini, mengonfirmasi bahwa finalisasi PDSS berhasil diselesaikan pada Jumat (7/2/2025) pukul 23.00 WIB, tak lama setelah pemerintah mengumumkan perpanjangan waktu pengisian data.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang solid, kami telah menyelesaikan pengisian PDSS. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama RI, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, serta panitia SNBP 2025 atas dukungan mereka sepanjang proses ini,” ujar Yusri saat dikonfirmasi, Sabtu (8/2/2025).
Dengan selesainya proses tersebut, sebanyak 111 siswa MAN 2 Palembang dinyatakan eligible dan berhak mengikuti SNBP 2025. Yusri berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
Di sisi lain, Kepala SMA Negeri 4 Palembang, Sutami Hamdani, juga mengonfirmasi bahwa sekolahnya telah menyelesaikan finalisasi PDSS setelah melalui proses yang cukup menegangkan.
“Alhamdulillah, SMA Negeri 4 Palembang juga telah menuntaskan pengisian PDSS. Ini adalah hasil dari kerja keras tim dan dukungan dari berbagai pihak,”ungkap Sutami.
Di SMA Negeri 4 Palembang, tercatat ada 146 siswa yang masuk dalam daftar eligible dan siap bersaing di SNBP 2025.
Salah satu siswa MAN 2 Palembang, Aliya Handayani, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Gadis berusia 17 tahun ini mengaku sempat cemas saat mendengar kabar bahwa pengisian PDSS menghadapi kendala teknis. Namun, perasaan itu berubah menjadi kebahagiaan setelah mendapatkan kepastian bahwa data sekolahnya telah berhasil difinalisasi.
“Semalam saya mendapat kabar bahwa pengisian PDSS diperpanjang. Alhamdulillah, ini semua berkat kerja keras tim MAN 2 Palembang yang tidak menyerah. Setelah saya cek, data saya sudah masuk dan saya bisa ikut SNBP,” ujar Aliya penuh haru.
Aliya, yang bercita-cita melanjutkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB), menyebut bahwa keberhasilan ini adalah jawaban atas doa-doa para siswa yang sempat merasa putus asa namun tak pernah kehilangan harapan.
“Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan. Dulu rasanya sempat patah semangat, tapi berkat dukungan orang tua, teman-teman, dan doa yang terus dipanjatkan, semua terbayar lunas,” tutupnya penuh syukur. [TRA]

