Keringat bercucuran dari wajah Nur Aida (25), seorang ibu hamil asal Desa Mulyasari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang tengah berjuang melawan rasa sakit jelang persalinan. Dengan tandu darurat dari kain sarung dan bilah bambu, warga desa bahu-membahu membawa Nur ke puskesmas terdekat pada Rabu (14/5).
Jarak puskesmas yang cukup jauh dan akses jalan yang rusak berat membuat perjalanan semakin sulit. Ketua RW 04 Desa Mulyasari, Hamid (40), menjelaskan kondisi jalan berlumpur dan berbatu memaksa warga menempuh perjalanan sejauh 3 kilometer dengan berjalan kaki sambil menandu Nur.
“Awalnya ibu ini sudah merasakan mulas tanda akan melahirkan. Karena tidak memungkinkan menggunakan kendaraan, kami terpaksa membuat tandu darurat. Motor saja sulit melintas, apalagi mobil,” ungkap Hamid, Minggu (18/5).
Setelah menempuh perjalanan yang berat, warga akhirnya sampai di titik penjemputan oleh mobil. Namun, puskesmas yang pertama kali dituju tidak mampu menangani kondisi Nur, sehingga ia dirujuk ke rumah sakit di Sukabumi.
Namun dalam perjalanan menuju Sukabumi, situasi mendesak terjadi.
“Di tengah jalan, kepala bayi sudah terlihat. Kami segera membawa Nur ke puskesmas terdekat. Beruntung, persalinannya bisa ditangani di sana,” ujar Hamid.
Proses persalinan berjalan lancar, dan Nur melahirkan seorang bayi perempuan dengan selamat. Meski perjuangan menuju puskesmas penuh tantangan, warga bersyukur atas akhir bahagia yang dialami Nur dan bayinya.
Hamid berharap perhatian pemerintah terhadap akses jalan utama di wilayahnya segera diwujudkan.
“Kalau jalannya baik, kejadian seperti ini bisa dihindari. Kami berharap jalan ini segera diperbaiki untuk mempermudah akses warga, khususnya dalam kondisi darurat,” harapnya.[THQ]

