RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin mulai mengarahkan fokus pembangunan pada potensi lokal berbasis lingkungan, salah satunya dengan mengembangkan kawasan wisata mangrove di wilayah Sungsang, Kecamatan Banyuasin II.
Upaya ini dilakukan untuk memperkuat perekonomian masyarakat pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuasin, Erwin Ibrahim, menegaskan bahwa pengembangan wisata mangrove bukan hanya soal pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi strategi riil dalam mendongkrak pendapatan masyarakat lokal.
“Kawasan mangrove memiliki nilai ekonomi yang sangat besar jika dikelola dengan baik. Kami ingin menjadikan Sungsang sebagai salah satu ikon ekowisata di Sumatera Selatan yang mampu memberdayakan masyarakat sekitar,” ujarnya, Minggu (3/8/2025).
Melalui program ini, Pemkab Banyuasin akan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, mulai dari pengelolaan lokasi wisata hingga pengembangan usaha kuliner dan jasa wisata berbasis komunitas. Menurut Erwin, wisata mangrove bisa menjadi sumber ekonomi alternatif yang menjanjikan, terutama bagi warga pesisir yang selama ini bergantung pada sektor perikanan.
“Sungsang juga dikenal sebagai sentra kuliner laut, ini bisa jadi daya tarik tambahan untuk menarik wisatawan. Ke depan, kita dorong pelaku UMKM setempat untuk terlibat aktif dalam menyambut peluang ini,” imbuhnya.
Pemkab juga akan menggandeng konten kreator dan komunitas digital untuk mempromosikan potensi wisata mangrove Sungsang secara lebih luas. Langkah ini diambil untuk memperkuat daya saing kawasan tersebut di tengah tren pariwisata berbasis alam yang kian diminati.
Tak hanya itu, program edukasi lingkungan juga akan diterapkan, terutama bagi pelajar dan generasi muda. Pemkab berencana memasukkan materi edukasi mangrove ke sekolah-sekolah terdekat agar siswa memahami pentingnya menjaga hutan mangrove sejak dini.
“Kita ingin wisata mangrove ini menjadi ruang belajar dan ruang hidup yang produktif. Dengan edukasi, promosi, dan partisipasi masyarakat, kita harap ini bisa menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” kata Erwin.
Dukungan dari pemerintah kecamatan dan desa di wilayah Sungsang juga terus dikonsolidasikan. Pemerintah menargetkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan swasta, dalam membangun infrastruktur pendukung wisata tanpa mengganggu kelestarian alam.
Erwin menegaskan, ekowisata mangrove di Sungsang akan menjadi contoh sinergi antara pelestarian alam dan penguatan ekonomi rakyat. “Ini bukan proyek sesaat. Ini investasi jangka panjang untuk ekonomi dan lingkungan Banyuasin,” tutupnya. (RDK)
