Sesaat pemerintah mengumumkan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis Pertalite dan Solar, harga BBM di eceran juga ikut naik. Dari semula Rp10 ribu perliter, kini menjadi Rp13 ribu perliter.
Hal ini terlihat di Jalan Merdeka atau tepatnya di pintu masuk SPBU Alex Noerdin.
“Iya, tadi Jokowi menaikkan harga BBM, jadi kami ikut naikkan juga harga,” kata, Justo seorang penjual bensin eceran saat ditemui, Sabtu (3/9).
Dia menjelaskan untuk perliternya semula Rp10 ribu, kini dijual menjadi Rp12 ribu hingga Rp13 ribu. Sedangkan, untuk ukuran satu botol 1,5 liter, dia menjual seharga Rp17 ribu dari semula Rp15 ribu.
Senada diungkapkan, seorang penjual BBM eceran lainnya. Pria yang enggan disebutkan namanya ini mengaku Pertalite yang dijualnya ini merupakan stok terakhir, dan saat ini dia pun belum bisa membeli kembali Pertalite di SPBU.
“Iya kami juga menaikkannya, setelah pak Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM ini,” tutupnya.
Berdasarkan pantauan, antrian beberapa SPBU terlihat masih dalam kondisi normal. Baik motor maupun mobil. Hanya saja, para pengendara mengeluhkan lantaran sempat terjadi penghentian sementara selama 30 menit sebelum harga diumumkan naik.
“Saya tadi lagi antri BBM, tiba-tiba SPBU menghentikan sementara pengisian setelah pengumuman kenaikan,” kata Aji saat ditemui di SPBU Demang Lebar Daun.
Akibat penghentian tersebut, antrian berubah menjadi panjang. Namun, ada juga yang memutar balik setelah kenaikan resmi diberlakukan.

