RELUNG.ID — Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) telah memprediksi peningkatan kebutuhan avtur di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang sebesar 10 persen selama arus mudik Lebaran tahun ini.
Zibali Hisbul Masih, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, menyatakan bahwa saat ini stok avtur di Bandara SMB II Palembang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 10 hari. Upaya reguler pengiriman dilakukan untuk menjaga level stok tersebut agar tetap stabil.
Dari enam Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) yang ada di Sumbagsel, SMB II Palembang memiliki kebutuhan terbesar sekitar 50 persen dari total. Oleh karena itu, diprediksi peningkatan konsumsi terbesar akan terjadi di SMB II Palembang sekitar 10 persen, sedangkan DPPU lainnya hanya sekitar 2-3 persen.
Selain itu, untuk memastikan pasokan energi selama arus mudik dan Lebaran tetap terpenuhi, Pertamina Sumbagsel telah melakukan berbagai kegiatan, termasuk Management Walkthrough (MWT) ke sarana dan fasilitas di Integrated Terminal (IT) Palembang.
Pertamina Sumbagsel juga telah menyiagakan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (SARFAS) serta infrastruktur lainnya, termasuk Terminal BBM, Terminal LPG, SPBU, SPBE, Agen LPG, dan DPPU. Pembentukan kembali Satgas RAFI dilakukan untuk memastikan keamanan dan pemenuhan energi bagi masyarakat.
Data Pertamina Sumbagsel menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi harian BBM jenis solar (gasoil) sekitar 1.763 kiloliter (kl) per hari, sedangkan untuk BBM jenis bensin (gasoline) sekitar 2.531 kl per hari. Untuk LPG tiga kilogram, rata-rata konsumsi harian di wilayah Sumsel sekitar 833 metrik ton (MT) per hari.
Dengan persiapan dan pemantauan yang cermat, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel siap menghadapi peningkatan kebutuhan energi selama arus mudik Lebaran, menjaga kelancaran operasional di Bandara SMB II Palembang, dan memastikan pasokan energi yang stabil bagi masyarakat Sumsel.[RG]

