RELUNG.ID — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mencatat bahwa hingga Mei 2024, mereka telah berhasil menyalurkan sebanyak 190.000 kiloliter (kl) jenis bahan bakar minyak (BBM) tertentu, yaitu Biosolar, di wilayah Sumatera Selatan.
Menurut Tjahyo Nikho Indrawan, Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, penyaluran BBM subsidi tersebut sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Selain Biosolar, Pertamina juga telah menyalurkan jenis BBM khusus penugasan (JBKP), yaitu Pertalite, sebanyak 270.000 kl, ” kata dia.
Penyaluran BBM tersebut telah dilakukan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di 17 kabupaten/kota dalam wilayah Sumsel.
“Untuk memastikan pendistribusian BBM tepat sasaran, Pertamina meningkatkan sinergitas dengan pemerintah daerah dan kepolisian. Masyarakat juga diundang untuk berpartisipasi dalam pengawasan dan melaporkan adanya penyimpangan atau pendistribusian BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran, “kata dia.
Menurutnya Pertamina terus berkomitmen menjalankan penugasan penyaluran BBM subsidi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 serta memastikan stok BBM dalam keadaan aman dan tersedia secara maksimal untuk masyarakat, khususnya wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Irto Ginting, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menyebut bahwa pihaknya telah mendorong digitalisasi untuk penyaluran BBM subsidi melalui program Subsidi Tepat.
“Program tersebut bertujuan untuk memastikan transparansi penyaluran BBM bersubsidi dan mencegah potensi penyelewengan di lapangan.”kata dia. [RG]

