RELUNG.ID – Amazon semakin serius memasuki bisnis internet satelit melalui proyek konstelasi satelit Orbit Bumi Rendah (Low Earth Orbit/LEO) yang dipersiapkan sebagai pesaing layanan Starlink milik SpaceX.
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut mengumumkan telah mencapai tonggak penting dalam pengembangan jaringan satelitnya.
Hingga saat ini, lebih dari 390 satelit telah berhasil ditempatkan di orbit.
Wakil Presiden Amazon yang memimpin proyek LEO, Chris Weber, mengatakan jumlah satelit yang telah diluncurkan tersebut dinilai cukup untuk mendukung layanan internet secara berkelanjutan di berbagai wilayah lintang awal.
“Kami telah menyelesaikan peluncuran yang cukup untuk memulai layanan awal tahun ini,” ujar Weber.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Amazon menargetkan layanan internet satelitnya mulai tersedia untuk masyarakat sebelum akhir tahun 2026.
Kehadiran layanan ini diproyeksikan akan menjadi pesaing baru bagi Starlink milik SpaceX yang saat ini masih menjadi operator konstelasi satelit orbit rendah terbesar di dunia.
Untuk mendukung berbagai kebutuhan pengguna, Amazon akan menghadirkan tiga pilihan perangkat penerima (receiver).
Perangkat Nano berukuran 7 x 7 inci mampu menghadirkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps. Sementara itu, varian Pro yang berukuran 11 x 11 inci menawarkan kecepatan unduh hingga 400 Mbps.
Bagi pengguna yang membutuhkan koneksi berkecepatan tinggi, Amazon juga menyiapkan perangkat Ultra berukuran 20 x 30 inci dengan kemampuan unduh hingga 1 Gbps.
Amazon juga telah membuka pendaftaran daftar tunggu (waiting list) bagi masyarakat yang ingin menjadi pengguna awal layanan internet satelit tersebut.
Namun, perusahaan belum mengumumkan jadwal pasti peluncuran komersial maupun daftar negara yang akan menjadi lokasi awal layanan. (LWM)

