RELUNG.ID – Perkembangan teknologi saat ini kian pesat.
Karena itu, dibutuhkan filter agar perkembangan teknologi ini tidak berpengaruh terhadap pendidikan akhlak generasi muda.
Salah satu tugas untuk menjadi filter tersebut yaitu pondok pesantren.
Baca Juga: Ini kru Black Bull yang Bukan Murni Ras Manusia di manga Black Clover
Demikian diungkapkan Gubernur Sumsel, Herman Deru, di Komplek Maskanussalam Ponpes Nurul Islam Putra Putri Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, Senin (26/6).
Dia mengatakan, pendidikan agama yang mengandung pendidikan akhlak di dalamnya sangatlah penting dilakukan. Apalagi, saat ini tantangan baru semakin muncul.
Menurutnya, suka tidak suka semua pihak harus mengakui bahwa dunia saat ini tidak berpagar karena adanya internet.
Baca Juga: Hwang Minhyun Bakal Konser di Jakarta, Catat Tanggalnya Ya!
“Kemajuan teknologi tersebut, membuat arus informasi semakin cepat bebas diterima, baik yang menandung nilai posiif maupun negatif,” katanya.
Ini menjadi salah satu tugas berat bagi pesantren agar dapat memfilter, sehingga generasi muda tidak masuk paham menyesatkan dan merusak budaya.
Apalagi, bangsa ini akan menyongsong Indonesia Emas pada tahun 2045. Dimana pada tahun itu, bangsa ini akan mendapatkan bonus demografi.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Disney, Vespa Keluarkan Produk Baru Edisi Mickey Mouse Terbatas
“Generasi muda termasuk santri-santri inilah yang nantinya akan menjadi pengendali untuk bangsa ini. Ini akan maju jika generasi muda dibekali ilmu pengetahuan yang mumpuni serta akhlak yang baik,” ujarnya.
Dia juga meminta, agar ponpes di Sumsel terus mempertahankan eksistensinya. Pihaknya tentu akan terus mendorong dan mendukung hal tersebut.
“Yang sudah baik terus dipertahankan. Tapi jangan ketinggalan pengetahun yang terus berkembang,” pungkasnya.

