RELUNG.ID – Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan BTK6862 yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Batam terpaksa melakukan pendaratan darurat di Palembang pada Rabu (12/2) malam. Keputusan ini diambil setelah sistem mendeteksi tekanan udara kabin mendekati batas aman.
Pengamat penerbangan Alvin Lie menjelaskan bahwa insiden terjadi saat pesawat berada di ketinggian 30.000 kaki (FL300). Pilot segera merespons dengan melakukan penurunan darurat ke 10.000 kaki sebelum mengalihkan penerbangan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.
“Pilot bertindak cepat setelah mendeteksi Cabin Pressure Excessive Altitude. Jika terlambat bereaksi, situasi bisa berisiko tinggi,” ujar Alvin pada Kamis (13/2).
Meskipun mengalami gangguan teknis, tidak ada masker oksigen yang keluar di dalam kabin, dan seluruh 143 penumpang beserta kru pesawat dalam kondisi selamat tanpa mengalami cedera.
Pesawat mendarat dengan selamat di Palembang pada pukul 20.31 WIB. Seluruh penumpang kemudian diberangkatkan kembali ke Batam menggunakan pesawat pengganti. Keputusan cepat pilot dalam mengatasi situasi ini mendapat apresiasi karena berhasil mencegah potensi bahaya yang lebih besar.[THQ]

