RELUNG.ID – Lebaran bukan hanya menjadi momen kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga saat yang dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga dengan penampilan terbaik.
Salah satu tradisi yang tak pernah lekang oleh waktu adalah mengenakan baju baru saat Hari Raya Idulfitri. Seiring berjalannya waktu, tren baju Lebaran terus mengalami perubahan, mengikuti perkembangan mode dan selera masyarakat.
Era 1970-an: Dominasi Kebaya dan Baju Koko Tradisional
Pada era 1970-an, pilihan baju Lebaran masih sangat kental dengan nuansa tradisional. Para wanita cenderung mengenakan kebaya kutu baru yang dipadukan dengan kain batik, sementara pria memakai baju koko berbahan katun dengan bordiran sederhana. Warna-warna yang digunakan umumnya lembut dan natural, mencerminkan kesan anggun dan sederhana.
Era 1980-an: Batik dan Songket Mulai Berinovasi
Memasuki dekade 1980-an, batik dan songket semakin populer sebagai pilihan baju Lebaran. Model kebaya mulai bervariasi dengan tambahan payet dan bordir yang lebih detail. Untuk pria, baju koko masih menjadi favorit, namun dengan desain yang lebih modern dan warna-warna lebih berani seperti biru tua, hijau, atau merah marun.
Era 1990-an: Gaya Muslim yang Simpel dan Praktis
Tahun 1990-an ditandai dengan tren busana muslim yang lebih simpel. Baju gamis mulai banyak dikenakan oleh wanita dengan potongan longgar dan warna pastel.
Kerudung segi empat dengan gaya sederhana menjadi pelengkap busana. Sementara itu, pria masih setia dengan baju koko, tetapi dengan bahan yang lebih nyaman dan adem.
Era 2000-an: Gamis dan Kaftan Menjadi Tren
Di awal 2000-an, gamis dan kaftan semakin mendominasi fashion Lebaran. Busana wanita lebih berwarna dan dihiasi dengan motif floral atau aksen renda.
Hijab mulai berevolusi dengan berbagai gaya, dari pashmina hingga jilbab instan. Pria mulai mengenakan baju koko dengan potongan lebih modern dan kombinasi warna yang lebih bervariasi.
Era 2010-an: Sentuhan Modern dan Busana Seragam Keluarga
Tahun 2010-an menjadi era di mana baju Lebaran lebih modis dengan sentuhan modern. Tren busana muslim semakin berkembang dengan hadirnya berbagai desainer yang menciptakan koleksi eksklusif.
Gamis dan tunik dengan aksen brokat menjadi favorit, sementara pria mulai mencoba atasan lengan panjang berbahan linen atau kaos muslim stylish. Selain itu, tren baju seragam keluarga mulai populer, dengan warna dan motif yang serasi antara anggota keluarga.
Era 2020-an: Dominasi Warna Earth Tone dan Gaya Minimalis
Di dekade ini, tren baju Lebaran cenderung mengarah pada gaya minimalis dengan dominasi warna earth tone seperti cokelat, beige, hijau olive, dan dusty pink. Potongan gamis semakin simple dengan bahan yang lebih nyaman seperti katun dan linen.
Hijab segi empat dan pashmina dengan warna netral menjadi pilihan utama. Pria juga mulai lebih fleksibel dalam memilih pakaian, dari baju koko klasik hingga kemeja polos bernuansa monokrom.
Pesona baju Lebaran dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Meski model dan tren berubah, makna dari mengenakan baju baru di Hari Raya tetap sama: merayakan kemenangan dengan penuh suka cita.
Dari kebaya tradisional hingga gamis modern, setiap era memiliki pesonanya sendiri yang mencerminkan budaya dan selera masyarakat pada masanya. (KPB)

