RELUNG.ID – Cuaca ekstrem yang kerap terjadi beberapa pekan terakhir kini menjadi sorotan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.
Untuk mengantisipasi terjadinya kondisi darurat, Pemkot Palembang menyiagakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos).
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya BPBD dan Dinsos, untuk bersiaga penuh menghadapi potensi bencana.
“Sebenarnya kondisi ini sudah kami antisipasi. Pembagian tugas di tingkat kelurahan dan kecamatan sudah dilakukan untuk mengatasi titik genangan air maupun potensi bencana lainnya,” ujar Dewa saat melepas bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumbar, dan Sumut, Jumat kemarin (5/12/2025).
Dewa menjelaskan, koordinasi juga telah dilakukan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Palembang guna memperkuat kesiapsiagaan.
“Kami bersyukur koordinasi dengan Forkompinda berjalan baik. Mulai dari Dandim, Lanal, Lanud, hingga Polrestabes semuanya terintegrasi. InsyaAllah kami selalu standby,” tambahnya.
Dia menegaskan terus memantau perkembangan di lapangan setiap hari. Pengawasan ini dilakukan agar perangkat kelurahan dan kecamatan dapat bekerja lebih optimal dalam meminimalisir dampak yang mungkin timbul.
Terkait pemetaan wilayah rawan banjir, Dewa mengatakan titik-titik genangan telah diketahui berdasarkan historis kejadian beberapa tahun terakhir. BPBD juga diminta menyiapkan perahu karet apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk evakuasi warga.
“Seluruh titik genangan sudah kami petakan dan pantau. Jika curah hujan tinggi atau ada air kiriman dari sungai, kami sudah siap. BPBD saya minta standby dengan perahu karet, sementara Dinsos menyiapkan kebutuhan logistik dan memastikan semuanya terkoordinasi,” tutupnya. (DSK)

