RELUNG.ID – Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan menyoroti ketimpangan arah kebijakan pengembangan industri karet nasional yang dinilai terlalu menitikberatkan pada sektor hilir. Padahal, persoalan utama justru terjadi di sektor hulu, yakni menurunnya produktivitas kebun karet rakyat.
Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, mengungkapkan sebagian besar tanaman karet milik petani saat ini telah berusia tua dan rentan terserang hama maupun penyakit. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penurunan produksi yang berpotensi mengganggu pasokan bahan baku industri.
“Tanpa program peremajaan yang serius, produksi karet akan terus menurun dan sulit memenuhi kebutuhan industri,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, tren penurunan luas kebun karet di Sumsel juga semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak petani memilih beralih ke komoditas lain yang dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi, seperti kelapa sawit, karena mampu memberikan hasil lebih cepat.
“Peralihan komoditas sebagai langkah realistis yang diambil petani di tengah ketidakpastian harga dan tingginya biaya perawatan karet. Apalagi tanaman karet membutuhkan waktu relatif lebih lama untuk menghasilkan, sementara kebutuhan ekonomi menuntut pemasukan yang lebih cepat,”kata dia.
“Kondisi tersebut turut dirasakan oleh industri pengolahan karet di daerah. Sejumlah pabrik mulai menghadapi keterbatasan pasokan bahan baku, sehingga kapasitas produksi tidak berjalan optimal. Jika situasi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin sebagian industri akan mengurangi aktivitas bahkan menghentikan operasional,”tambah dia.
Apkarindo menilai, konsep hilirisasi tetap penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas karet. Namun, kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan sektor hulu melalui program peremajaan tanaman, dukungan sarana produksi, hingga pendampingan teknis bagi petani.
“Langkah tersebut dianggap krusial agar Indonesia tetap memiliki daya saing sebagai produsen karet sekaligus menjaga keberlanjutan industri dari hulu hingga hilir,”kata dia. [THQ]

