RELUNG.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meminta masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan penyebaran virus Mpox atau cacar monyet. Meskipun belum ada kasus yang terdeteksi di wilayah Sumsel, kewaspadaan tetap ditingkatkan sebagai langkah antisipasi.
Penjabat Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, menegaskan bahwa pengalaman menghadapi pandemi COVID-19 menjadi landasan dalam menghadapi ancaman virus Mpox.
“Sampai hari ini, kita tetap mewaspadai wabah Cacar Monyet. Sebelumnya, kita sudah pernah menghadapi sebaran COVID-19, jadi kita punya standar yang sama dalam menghadapi Mpox,” kata Elen kepada media, Selasa (2/9/2024).
Dalam upaya pencegahan, Pemprov Sumsel terus melakukan deteksi dini dengan mengadakan rapat koordinasi antar lini. Langkah ini termasuk memperketat pengawasan di pintu masuk Sumsel, seperti Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, yang telah mengaktifkan kembali pemantauan suhu tubuh penumpang.
“Meski belum ada kasus di Sumsel, kita tetap waspada. Pengawasan terus kita lakukan, termasuk di bandara yang sudah mengaktifkan kembali pemantauan termal suhu tubuh,” ujar Elen.
Gubernur juga menyebut bahwa Sumsel sedikit diuntungkan karena bandara di Palembang bukan bandara internasional, sehingga kedatangan langsung dari luar negeri lebih terbatas. Namun, ia menekankan pentingnya pemantauan ketat, terutama bagi mereka yang datang dari luar negeri melalui bandara internasional seperti Soekarno-Hatta.
“Ada untungnya juga bandara kita tidak internasional, jadi kedatangan internasional tidak langsung masuk dari Palembang. Karena beberapa kasus banyak tercatat dari mereka yang dari luar negeri seperti Australia,” jelasnya.
Elen juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menerapkan pola pencegahan yang sudah dipraktikkan selama pandemi COVID-19, seperti menjaga kebersihan, menjaga jarak, dan menggunakan masker bagi yang sakit.
“Sejak COVID-19, kita telah diajari untuk menjaga kebersihan, menjaga jarak, dan menggunakan masker bagi yang sakit. Jadi masyarakat dapat melakukan pola-pola pencegahan seperti saat pandemi dulu,” tutupnya. [AYK]

