RELUNG.ID- Setelah berakhirnya masa diskon tarif listrik 50 persen pada Januari hingga Februari lalu, sejumlah pelanggan PLN mulai mengeluhkan lonjakan tagihan listrik yang mereka terima di bulan April 2025.
Menanggapi hal ini, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB) menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik selama periode tersebut.
General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan yang transparan kepada pelanggan.
Menurutnya, lonjakan tagihan listrik lebih disebabkan oleh peningkatan konsumsi, terutama selama bulan Ramadhan dan libur Idul Fitri.
“Peningkatan tagihan listrik tentunya berkaitan dengan pola pemakaian pelanggan yang berubah. Pemakaian alat elektronik seperti AC, pemanas air, oven, atau peralatan rumah tangga lainnya yang lebih intens selama libur panjang dapat memengaruhi besaran tagihan,” jelas Adhi, Senin (8/4/2025).
Adhi juga menegaskan bahwa tarif listrik untuk pelanggan subsidi dan nonsubsidi tetap, sebagaimana diputuskan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
PLN pun mendorong masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk memantau pemakaian listrik dan mengelola tagihan secara mandiri.
“Melalui fitur Swacam di PLN Mobile, pelanggan dapat mencatat angka kWh meter sendiri dan memperkirakan jumlah tagihan sebelum akhir bulan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua YLKI Sumsel Taufik Husni turut mengingatkan masyarakat agar bijak dan cermat dalam menyikapi tagihan listrik bulan ini.
Ia menyebutkan, kenaikan tagihan bisa saja terasa lebih besar karena sebelumnya pelanggan hanya membayar setengah tarif berkat kebijakan diskon.
“Harus dicermati bahwa bulan ini kita kembali ke tarif normal setelah diskon. Apalagi selama Ramadhan dan Lebaran, bisa jadi pemakaian listrik meningkat. Masyarakat perlu memantau pola pemakaian agar tidak terkejut saat tagihan datang,” ujar Taufik.
Ia juga mendorong pelanggan PLN untuk aktif menggunakan saluran layanan pelanggan seperti aplikasi dan Contact Center PLN 123 guna mendapatkan informasi atau melaporkan kendala.
“Menjadi pelanggan cerdas itu penting. Jika ada keluhan, manfaatkan saluran resmi agar cepat ditindaklanjuti. YLKI selalu mendukung hak-hak konsumen agar mendapatkan layanan terbaik,” tegasnya.[CKM]

