RELUNG.ID- Sebanyak 33 orang ditangkap Polda Jawa Tengah dalam operasi penindakan premanisme yang diberi nama Operasi Aman Candi 2025. Mereka merupakan anggota sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan kelompok warga yang terlibat dalam aksi-aksi premanisme di berbagai wilayah provinsi.
Para pelaku yang diamankan terafiliasi dengan ormas dan kelompok seperti Pemuda Pancasila (PP), Genk Los, Sanek, GRIB Jaya, PSHT 16, PSHT Winongo, Squad Nusantara, Gank Santa Cruz Solo, dan LSM GMBI.
Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman mengungkapkan bahwa operasi yang berlangsung sejak 12 hingga 31 Mei 2025 ini berhasil mengungkap 711 kasus premanisme di 35 kabupaten/kota.
“Ini merupakan komitmen kami untuk meyakinkan para investor bahwa Jawa Tengah aman dan tidak perlu takut,” ujar Latif dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Tengah, Selasa (3/6/2025).
Meski operasi resmi telah berakhir, Polda Jawa Tengah menegaskan bahwa upaya penindakan premanisme tidak akan berhenti. Jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polda hingga Polsek, akan terus melakukan patroli rutin serta penegakan hukum di wilayah masing-masing.
“Kami pastikan Jawa Tengah aman dari premanisme. Pengawasan terhadap aktivitas ekonomi akan terus kami giatkan,” tegas Latif.
Latif juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan jika menemui atau menjadi korban aksi premanisme di lingkungan mereka.
“Bagi masyarakat yang merasa terganggu, silakan laporkan. Karena kami tidak bisa bekerja sendiri, perlu kerja sama dari seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.[YKP]

