RELUNG.ID – Polda Jawa Tengah menangkap sejumlah tokoh dari organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) Blora dan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Semarang. Penangkapan ini merupakan bagian dari langkah tegas kepolisian dalam memberantas premanisme di wilayah Jawa Tengah.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio, membenarkan penangkapan terhadap beberapa ketua ormas tersebut. Namun, ia belum mengungkap detail kasus yang melibatkan kedua ormas itu.
“Benar, kami melakukan penahanan terhadap Ketua PP Blora dan Ketua DPC GRIB Jaya Semarang, serta beberapa pihak lainnya. Mereka terlibat dalam dua kasus berbeda,” ujar Dwi, Minggu (18/5/2025).
Dwi memastikan bahwa kasus ini tidak berkaitan dengan perselisihan antara Pemuda Pancasila dan GRIB Jaya yang sempat memanas beberapa waktu lalu. “Informasi sementara, mereka terlibat kasus penipuan. Detailnya bisa dikonfirmasi ke Kabid Humas,” tambahnya.
Operasi Premanisme di Jawa Tengah
Selain menangkap para pentolan ormas, Polda Jateng juga melaksanakan operasi besar untuk memberantas premanisme di wilayah tersebut. Hingga Sabtu (17/5/2025), sebanyak 174 preman telah ditangkap, termasuk pelaku pungutan liar dan pemerasan yang menyasar kontraktor hingga pengguna jalan.
“Kami sudah menindak 26 kasus premanisme di berbagai daerah di Jawa Tengah. Modus utamanya adalah pemerasan terhadap kontraktor dengan kerugian mencapai jutaan rupiah. Kami juga menangkap pelaku pungli di jalan raya,” jelas Dwi.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jateng, Kombes Artanto, mengatakan bahwa operasi ini bertujuan menciptakan suasana kondusif demi mendukung iklim investasi yang sehat di Jawa Tengah.
“Operasi ini tidak hanya untuk menekan angka premanisme, tetapi juga menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan memberikan kenyamanan bagi para investor,” tegas Artanto.
Fokus pada Keamanan dan Investasi
Operasi pemberantasan premanisme ini direncanakan berlangsung hingga akhir Mei 2025. Polda Jateng berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi pelaku usaha di wilayah tersebut.
“Kami ingin memastikan bahwa Jawa Tengah menjadi tempat yang aman bagi semua, termasuk para pengusaha. Keamanan ini penting untuk menjaga keberlanjutan investasi di wilayah kami,” pungkas Artanto.[THQ]

