RELUNG.ID – Kegiatan Prambanan Bersholawat yang bakal digelar pada 10 Mei mendatang menuai polemik.
Hal ini mencuat usai beredarnya flyer kegiatan yang memuat gambar Candi Prambanan, sehingga memunculkan persepsi acara digelar di situs suci umat Hindu.
Sebuah akun di platform X, GL Hindu, menyuarakan keberatan, menilai kegiatan tersebut kurang elok jika dilakukan secara masif di situs bersejarah.
Menanggapi hal tersebut, Tokoh agama Gus Miftah ini pun angkat bicara. Dia mengatakan, jika kegiatan ini digelar di Zona 3 Candi Sewu, tepatnya di lapangan Utara yang berada di luar kompleks utama.
“Acaranya jauh dari tempat umat Hindu menggelar acara keagamaan,” kata Gus Miftah, Minggu kemarin (4/5).
Dalam acara tersebut, dirinya bertindak sebagai pengisi acara dan pengarah panitia yang berasal dari komunitas motor CB. Nantinya, acara akan diisi dengan sholawat, pengajian, dan kontes motor.
Acara ini sendiri merupakan wujud persatuan bangsa dalam bingkai keberagaman, bukan untuk menyinggung keyakinan pihak lain.
“Saya ingin mengembalikan semangat Bhineka Tunggal Ika. Sudah saatnya kita bersatu, menyambung silaturahmi dan menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, pengelola PT Taman Wisata Candi Borobudur, Pgs Corporate Secretary PT TWC, Destantiana Nurina mengatakan, acara berada di luar kawasan inti candi, dan telah berkoordinasi dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Klaten serta pemangku kepentingan lainnya.
“Kami harap kegiatan ini tetap menjunjung etika serta menghormati nilai luhur Situs Warisan Dunia, sekaligus memberi dampak positif bagi pariwisata dan kerukunan antarumat beragama,” singkatnya. (vid)

