RELUNG.ID – Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono menegaskan bahwa keributan antara dua kelompok ormas yang terjadi di luar gedung KPU Palembang, Senin (23/9/2024), tidak berhubungan dengan kontestasi Pilkada.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, insiden tersebut disebabkan oleh permasalahan pribadi terkait urusan ekonomi antara korban Jamak Udin (55) dan pelaku AR (45).
“Insiden itu bukan karena dukungan paslon, melainkan persoalan pribadi terkait pembagian fee pekerjaan,” kata Kombes Harryo, Selasa (24/9/2024).
Menurutnya, meskipun korban dan pelaku berasal dari ormas yang sama, keributan tersebut juga tidak dipicu oleh masalah internal organisasi.
Aipda Trisno Widodo, seorang polisi yang mencoba melerai, terluka akibat sabetan senjata tajam dari pelaku AR.[AYK]

