RELUNG.ID — Polda Sumatera Selatan telah mengirimkan tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) bersama dengan ahli untuk menyelidiki dugaan adanya kelalaian dalam insiden robohnya girder pembangunan flyover Bantaian di Kabupaten Muara Enim.
AKBP Jhoni Eka Putra, Kapolres Muara Enim, menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.
“Kami akan mengumpulkan bukti-bukti termasuk saksi ahli dan saksi lainnya serta melakukan pemeriksaan,” ujar Jhoni setelah memantau langsung olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Jumat (8/3).
Jhoni menjelaskan bahwa tim Labfor telah mengambil beberapa sampel dari lokasi kejadian. Sampel-sampel tersebut akan diperiksa kembali oleh para ahli, baik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) maupun dari Labfor.
“Kami akan memastikan bahwa proses evakuasi jalur kereta api dari alat berat dan girder beton telah berhasil dilakukan. Sehingga, kereta penumpang maupun barang saat ini sudah dapat melintas,” tambah Kapolres.
Dia juga menegaskan bahwa proses uji coba telah dilakukan untuk memastikan keamanan jalur kereta api. Hasilnya menunjukkan bahwa jalur tersebut sudah bisa dilewati, meskipun hanya menggunakan satu jalur, termasuk untuk kereta api penumpang.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk menyelidiki secara menyeluruh kasus ini guna menemukan faktor-faktor penyebab insiden tersebut dan memastikan langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan. [RG]

