RELUNG.ID – Pengamanan perayaan Paskah di Kota Palembang tak hanya melibatkan aparat kepolisian. Polrestabes Palembang menggandeng organisasi masyarakat lintas agama seperti Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, Banser, hingga PM KRI untuk menjaga keamanan ibadah umat Kristiani, Sabtu (4/4/2026).
Pengamanan difokuskan di sejumlah gereja besar, di antaranya Gereja Santo Yosef dan Gereja Katedral Santa Maria Palembang yang menjadi pusat perayaan dengan jumlah jemaat besar.
Kapolrestabes Palembang, Sonny Mahar Budi Adityawan, menegaskan pengamanan dilakukan secara menyeluruh sejak rangkaian Kamis Putih, Jumat Agung hingga Paskah. Tidak hanya personel internal, pihaknya secara aktif melibatkan ormas untuk memperkuat deteksi dini dan mencegah potensi gangguan keamanan.
“Pengamanan ini bukan sekadar tugas kepolisian, tapi tanggung jawab bersama. Kami libatkan seluruh elemen untuk memastikan ibadah berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.
Ia menekankan, kehadiran personel gabungan di lapangan juga menjadi simbol nyata toleransi antarumat beragama di Palembang. Menurutnya, kolaborasi ini menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kerja sama dalam menjaga ketertiban.
“Ini bentuk komitmen kami sekaligus pesan bahwa Palembang adalah kota yang cinta damai dan menjunjung tinggi toleransi,” tegasnya.
Selain penjagaan terbuka, polisi juga memperkuat pemantauan situasi dan mitigasi risiko. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung tanpa gangguan. (rilis)

