RELUNG.ID – Polusi udara yang terjadi di Palembang sejak beberapa pekan terakhir menjadi terparah se Indonesia.
Berdasarkan perhitungan kualitas udara IQ Air, tercatat kualitas udara di Palembang menembus angka 227 atau melebihi ambang batas pada pukul 05.00 WIB.
Angka tersebut menunjukkan kualitas udara di Palembang sangat tidak sehat.
Baca Juga: AirPods Pro 2 Hadir dengan USB C, Lossless Audio dan Peringkat IP54
Palembang, Sumsel berada di posisi pertama kualitas udara yang sangat tidak sehat.
Kemudian, disusul Kota Depok, Jawa Barat dengan angka 182. lalu, South Tangerang, Banten diangka 177.
Kemudian, Gedongtataan, Lampung diangka 169 dan Indralaya, Sumsel diangka 164.
Baca Juga: Musim Kemarau, Masalah Air Bersih Jadi Keluhan Warga
“Kualitas udara ini memang sangat tidak sehat terutama menjelang subuh hingga pagi hari,” kata Manager Kampanye HaKI, Adiosyafri, Jumat kemarin (15/9).
Menurut Adios, memburuknya kualitas udara di Palembang ini diindikasikan karena Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang meluas dan tidak terkendali. Seperti di Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI).
“Jadi asap dan debu dari karhutla ini terbawa oleh angin ke Palembang hingga menyebabkan buruknya kualitas udara di Palembang,” katanya.
Baca Juga: 5 Zodiak yang Mudah Jatuh Cinta, Sat set banget!
Karhutla yang terjadi saat ini, hampir 60 persen terjadi di areal konsesi perkebunan. Padahal, seharusnya pemilik konsesi menjaga, mengamankan, dan mencegah agar tidak ada api di dalamnya.
Namun, pada kenyataannya justru terjadi kebakaran. Seperti contoh di lahan yang terbakar di kiri dan kanan jalan tol.
Lahan yang terbakar ini sudah ada penataan lahan yang cukup teratur mulai dari blok kanal. Ini seharusnya patut dicurigai dan mengindikasikan adanya pembukaan lahan.
Baca Juga: Kalian Harus Tahu! Ini 11 Penyebab Kaki Bengkak
“Karena itu, Aparat Penegak Hukum (APH) harus memberikan tindakan tegas kepada pemilik konsesi sebagai efek jeras agar tidak terulang kembali,” terangnya.
Hal ini perlu didorong bersama jangan ada pembiaran. Mengingat, kondisi cuaca saat ini masuk El Nino (Kekeringan) sampai Oktober mendatang.
“Kami harap juga jangan ada pembukaan lahan pertanian ataupun perkebunan yang coba-coba menggunakan api,” pungkasnya.

