RELUNG.ID – BMKG telah melakukan pemuktahiran kondisi iklim 10 harian atau dasarian.
Berdasarkan prediksi kondisi cuaca di beberapa wilayah di Sumsel telah memasuki awal musim hujan
Demikian diungkapkan Kepala Statiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, Rabu (1/11).
Baca Juga: YouTube Memperketat Penindakan Terhadap Pemblokir Iklan
Dia mengatakan, pada akhir Oktober curah hujan terkonsentrasi pada wilayah barat Sumsel dan sedikit bagian tengah.
Seperti wilayah di Muara Enim, Lahat, Empat Lawang, hingga Musi Rawas Utara.
“Untuk bagian Timur atau Tenggara seperti OKI, curah hujan masih rendah dan belum terjadi secara meluas,” katanya.
Baca Juga: 404 Game Reset Sega Bakal Berakhir 5 Januari Mendatang
Meski demikian, kemunculan hotspot dinilai masih tinggi sehingga menyebabkan terjadinya kabut asap dampak dari Karhutla ke arah Barat seperti Palembang hingga Muara Enim.
Untuk awal November ini menunjukkan potensi hujan yang meningkat tipis dengan curah hujan berkisar 20 mm hingga 75 mm.
“Secara umum hujan masih terjadi fluktuatif pada transisi utamanya di Timur atau Tenggara Sumsel. Kemunculan hotspot masih tetap ada dan masih dapat mengirimkan asap mengikuti pergerakan angin saat ini,” ujarnya.
Baca Juga: Hadirkan Pengisian Daya 120 Watt dan Snapdragon 8 Gen3, iQOO 12 Series Mulai Debut 7 November
BMKG pun mengimbau, memasuki masa peralihan musim kemarau ke musim hujan ini masyarakat harus tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang timbul selama periode ini, seperti hujan disertai petir dan angin kencang.
“Jaga selalu kesehatan dan lingkungan dari potensi bahaya Karhutla,” pungkasnya.

