RELUNG.ID – Wacana kendaraan kepresidenan dengan desain tak biasa mencuat setelah Presiden RI Prabowo Subianto menginginkan mobil khusus dengan kaca transparan agar tetap bisa terlihat publik saat menghadiri berbagai agenda kenegaraan.
Keinginan tersebut kini mulai dibahas di tingkat pemerintah pusat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan menyatakan kesiapan pemerintah untuk menganggarkan pengadaan kendaraan tersebut apabila permintaan resmi diajukan Presiden.
“Ada anggarannya kalau memang diminta, tapi sampai sekarang belum ada permintaan resmi,” ujar Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menurut dia, konsep kendaraan yang diinginkan Prabowo berbeda dari kendaraan taktis seperti Maung yang selama ini digunakan dalam beberapa kegiatan resmi.
Purbaya menjelaskan Prabowo menginginkan kendaraan yang membuat dirinya tetap bisa terlihat masyarakat tanpa harus berdiri terlalu lama selama perjalanan atau iring-iringan.
“Kalau Maung kan tertutup. Beliau maunya tetap terlihat publik, mungkin berdiri tapi tetap nyaman duduk. Konsep pastinya saya juga belum tahu karena desainnya belum ada,” katanya.
Wacana itu pertama kali disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran program Koperasi Desa Merah Putih di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (15/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden sempat menyinggung keinginannya memiliki kendaraan yang lebih terbuka untuk menyapa masyarakat secara langsung.
Meski belum memiliki rancangan teknis maupun spesifikasi resmi, isu kendaraan baru kepresidenan ini langsung menjadi perhatian publik karena dinilai mencerminkan gaya komunikasi Prabowo yang ingin tampil lebih dekat dengan masyarakat.
Purbaya memastikan pembahasan lebih rinci mengenai kemungkinan pengadaan kendaraan tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers APBN KiTa yang dijadwalkan berlangsung Selasa (19/5/2026).
“Nanti informasinya lebih lengkap akan dijelaskan besok saat jumpa pers APBN kita,” ujarnya.
Sebelumnya Prabowo meminta PT Pindad membuat desain mobil kepresidenan khusus yang memungkinkannya tetap menyapa masyarakat saat kunjungan kerja di daerah.
Permintaan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran 1.061 gerai KDMP di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (15/5). Dia mengatakan antusiasme masyarakat yang ingin bersalaman membuat dia kerap berdiri di dalam kendaraan saat melintas.
“Rakyat begitu banyak keluar jalan, masa Presiden di dalam kendaraan. Kan enggak lucu, terpaksa aku berdiri. Bener enggak, Rakyat kita itu mau kasih tangan, masa kita nggak kasih tangan. Jadi, aku coba kasih tangan. Tetapi, aduh ini memang rakyat Jawa Timur ya tangannya itu keras-keras. Rupanya, Jawa Timur banyak petaninya ya, emak-emaknya juga keras tangannya. Abis 2-3 kali kunjungan harus pakai minyak khusus aku,” kata Prabowo, Senin (18/6).
Prabowo meminta Pindad merancang kendaraan khusus dengan kaca transparan yang memungkinkan dirinya tetap terlihat oleh masyarakat tanpa harus berdiri terus-menerus selama perjalanan.
“Tetapi itulah risiko, saya bilang mereka tunggu berjam-jam di (bawah) matahari. Ini saya lagi mikir, minta Pindad, mana itu Profesor Sigit, mana itu? Enggak ada? Coba didesain mobil khusus untuk Presiden pakai kaca itu yang ada kursi, tetapi kelihatan aku berdiri,” imbuhnya.[THQ]

