RELUNG.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih tidak dilakukan secara terburu-buru. Bagi Prabowo, keberhasilan program jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar target jumlah koperasi yang diresmikan dalam waktu singkat.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo kepada Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menghadiri peringatan Hari Koperasi, Minggu (12/7/2026). Ia menegaskan pemerintah akan mengedepankan kesiapan operasional setiap koperasi agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Menurut Prabowo, apabila jumlah koperasi yang benar-benar siap baru mencapai beberapa ribu unit, maka itulah yang akan diresmikan terlebih dahulu.
“Tadi laporan Menteri Koperasi, kita sudah berapa? 12 ribu atau berapa? Koperasi yang sudah terbentuk, silakan. Jangan buru-buru. Kalau kita mampu hanya 5 ribu, kita resmikan 5 ribu,” ujarnya.
Presiden menilai pembangunan puluhan ribu koperasi merupakan proses jangka panjang yang harus dilakukan secara bertahap. Ia mengibaratkan pencapaian target besar sebagai perjalanan ribuan kilometer yang dimulai dari satu langkah.
Prabowo mengungkapkan saat ini lebih dari seribu Koperasi Merah Putih telah beroperasi. Dalam waktu dekat, jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 5.000 hingga 6.000 koperasi.
Meski demikian, ia memastikan pemerintah tetap berkomitmen mewujudkan target pembentukan koperasi di seluruh desa dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun. Namun, target tersebut disebut bukan sesuatu yang harus dipenuhi secara kaku apabila kondisi di lapangan memerlukan waktu lebih panjang.
“Kalau target kita 1,5 tahun dan target itu tidak tercapai, tidak apa-apa. Kita bisa menyusul. Tapi kalau kita tidak punya target, tidak akan sampai,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan pemerintah memilih bergerak cepat daripada terlalu lama berkutat pada proses administrasi dan kajian akademik. Menurutnya, masyarakat membutuhkan solusi nyata sehingga pemerintah harus mengedepankan langkah yang praktis dan berdampak langsung.
Ia menilai penyusunan naskah akademik maupun proyek percontohan yang memakan waktu bertahun-tahun justru dapat menghambat manfaat program bagi masyarakat.
“Rakyat itu suruh nunggu delapan tahun. Saya tidak mau. Saya bertanggung jawab kepada rakyat saya,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Prabowo mengajak seluruh pihak tetap optimistis terhadap keberhasilan Koperasi Merah Putih. Ia meyakini dengan komitmen bersama, program tersebut mampu menjadi penggerak ekonomi desa dan memperkuat kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.
“Apa bisa? Bisa. Harus bisa. Akan bisa dan akan berhasil,” pungkasnya.[THQ]

