RELUNG.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus meningkat hingga mencapai 82,9 juta orang pada November 2025. Pernyataan ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin (5/5/2025).
“Diperkirakan akhir Mei mencapai 4 juta, di akhir Juni 6 juta, dan pada Agustus mencapai 22 juta penerima. Pada akhir November 2025, jumlah penerima manfaat akan meningkat hingga 82,9 juta,” kata Prabowo.
Meski program ini sempat diwarnai sejumlah kasus keracunan makanan, Prabowo menilai tingkat keberhasilan MBG tetap sangat tinggi, yakni mencapai 99,99%. “Dari lebih dari 3 juta penerima, yang mengalami keracunan kurang dari 200 orang, dengan hanya 5 orang yang membutuhkan rawat inap. Ini setara dengan tingkat kegagalan hanya 0,005%, artinya keberhasilannya hampir sempurna,” jelasnya.
Presiden juga menekankan bahwa mencapai tingkat nol kesalahan dalam program sebesar ini adalah tantangan yang tidak mudah.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati turut mendukung optimisme ini dengan mengungkapkan bahwa anggaran program MBG, yang saat ini sebesar Rp71 triliun, direncanakan akan ditingkatkan menjadi Rp171 triliun. Peningkatan ini diharapkan tidak hanya memperluas jumlah penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak positif pada sektor usaha kecil dan menengah di seluruh Indonesia.
“Jika anggaran dinaikkan menjadi Rp171 triliun, jumlah sentra produksi juga akan bertambah. Hal ini diharapkan menciptakan efek berlipat ganda yang signifikan bagi UMKM di seluruh Indonesia,” kata Sri Mulyani dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 di ICE BSD City, Kamis (30/1/2025).
Program MBG terus menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi rakyat melalui pemberdayaan UMKM sebagai penyedia bahan pangan.

