RELUNG.ID – Presiden Indonesia Prabowo Subianto mencatat pencapaian internasional di awal masa jabatannya. Ia resmi menembus 20 besar tokoh muslim paling berpengaruh di dunia versi The Muslim 500 edisi 2026, menempati posisi ke-15. Peringkat ini naik signifikan dari edisi sebelumnya, di mana Prabowo berada di posisi ke-18.
Daftar bergengsi itu diterbitkan oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre yang berbasis di Yordania. Sejak 2009, lembaga tersebut menilai tokoh-tokoh muslim dunia berdasarkan pengaruh sosial, politik, keagamaan, dan kiprah globalnya.
Kenaikan peringkat Prabowo dinilai sejalan dengan momentum politik setelah ia dilantik sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024. The Muslim 500 menyoroti perjalanan panjang karier Prabowo, mulai dari dunia militer hingga berbagai kontestasi politik yang akhirnya mengantarnya ke puncak kepemimpinan nasional.
Laporan itu juga mencatat gaya komunikasi Prabowo yang dinilai efektif meraih simpati publik, terutama kalangan akar rumput, serta warisan jaringan politik dan ekonomi yang disebut menjadi modal sekaligus sorotan publik sepanjang kariernya.
Di panggung geopolitik, Prabowo dianggap memegang peran penting dalam menentukan arah kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk posisi strategis di Asia Tenggara di tengah dinamika global yang semakin tajam.
Selain Prabowo, Indonesia juga diwakili dua tokoh ulama ternama yang masuk dalam jajaran 50 besar:
| Tokoh | Posisi |
|---|---|
| Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU) | 19 |
| Habib Luthfi bin Yahya (Ulama dan Da’i) | 31 |
Gus Yahya kembali dipandang sebagai figur kunci dalam membawa Nahdlatul Ulama ke panggung global melalui diplomasi keagamaan dan gerakan moderasi Islam. Sementara Habib Luthfi diapresiasi atas dedikasinya dalam dakwah, persatuan umat, dan peran menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Kehadiran tiga nama dari Indonesia dalam daftar ini menegaskan posisi negeri ini sebagai salah satu pusat kekuatan muslim dunia—bukan hanya dari sisi populasi, namun juga pengaruh tokoh-tokohnya.

