Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr akan melakukan perjalanan luar negeri pertamanya sejak menjabat pada Juni lalu. Perjalanan perdana yang dipilih yaitu ke Indonesia dan Singapura.
Hal ini guna memperkuat hubungan keamanan dan membahas masalah yang dihadapi kawasan itu, termasuk perselisihan di Myanmar.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Teresita Daza mengatakan di Indonesia, Marcos Jr bakal bertemu dengan mitranya dari Indonesia, Joko Widodo dalam kunjungan kenegaraan selama tiga hari mulai Minggu. “Kedua pemimpin akan menyaksikan penandatanganan sejumlah kesepakatan, termasuk pembaruan pakta 1997 yang mengatur kegiatan pertahanan dari pelatihan bersama hingga kerjasama keamanan perbatasan,” kata Daza. dikutip dari APNews, Sabtu (3/9).
Pemimpin Filipina juga akan bertemu dengan calon investor di Singapura dan Indonesia. Pembicaraannya di kedua negara akan mencakup isu-isu regional seperti sengketa wilayah yang telah lama tidak terselesaikan di Laut China Selatan yang melibatkan Filipina, China dan empat penuntut lainnya, dan gejolak di Myanmar.
Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, yang meliputi Filipina, Indonesia, dan Singapura, telah berada di bawah tekanan internasional untuk berbuat lebih banyak guna mengakhiri kekerasan dan membebaskan tahanan politik di Myanmar, yang juga termasuk dalam blok 10 negara.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Filipina, Enrique Manalo menambahkan, saat kunjungan ke Indonesia mendampingi Presiden Filipina, dia juga akan bertemu secara terpisah dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. Nantinya, orang nomor satu di Filipina ini juga bermaksud agar mengangkat kembali kasus Mary Jane Veloso, seorang pembantu rumah tangga Filipina yang jadi terpidana mati di Indonesia atas tuduhan perdagangan narkoba.
“Veloso ditangkap pada tahun 2010 lalu, Veloso juga mengaku tidak bersalah dengan mengatakan bahwa dia ditipu untuk membawa koper berisi 2,6 kilogram heroin,” ujarnya.

