RELUNG.ID – Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kasus keracunan makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) justru menunjukkan wajah berbeda.
Melalui Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Polda Sumsel menghadirkan dapur gizi yang bersih, modern, dan berstandar tinggi.
Hingga 22 Oktober 2025, tercatat sudah ada delapan dapur SPPG yang beroperasi di berbagai wilayah, yaitu Polres Muara Enim 1 dan 2, Dit Intelkam 1, Empat Lawang, OKI, Ogan Ilir, Lubuklinggau, serta Polda Pakri Palembang.
Dari seluruh dapur tersebut, setiap harinya diproduksi 21.908 porsi makanan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan pelajar sekolah.
“Semua proses diawasi dengan ketat, dari bahan mentah hingga makanan siap dikirim,” ujar AKBP M. Idham Suhairi, Asesor Pembangunan SPPG MBG Polda Sumsel.
“Tidak ada satu pun menu yang keluar tanpa hasil uji kelayakan dari Dokkes Polri.” tambahnya.
Langkah pengawasan ini, lanjutnya, bertujuan mencegah risiko kontaminasi dan memastikan keamanan pangan bagi penerima manfaat.
“Kami belajar dari pengalaman. Keamanan makanan adalah prioritas utama,” tegas Idham.
Hal senada disampaikan Kombes Pol dr S Manalu, Kabid Dokkes Polda Sumsel. Ia menjelaskan, pengujian sampel dilakukan setiap hari, bahkan sebelum muncul laporan kasus.
“Kami ambil sampel acak dan langsung uji di laboratorium internal. Dengan begitu, keamanan tetap terjaga,” katanya.
Menariknya, dapur SPPG Polri tidak bergantung pada pemasok luar. Bahan pangan diperiksa sejak datang, dicuci menggunakan air berfilter, dan diolah di dapur berbahan stainless steel yang setiap hari disterilkan.
“Semua peralatan dibersihkan dengan disinfektan, dan alur produksi dibuat satu arah agar tidak terjadi kontaminasi silang,” jelas Yuliana Pramita Gultom, pengelola dapur SPPG Polda Sumsel.
Hasilnya, sejak pertama beroperasi, tidak pernah terjadi satu pun kasus keracunan makanan di dapur SPPG wilayah Polda Sumsel.
Bagi para penerima manfaat, kehadiran dapur gizi Polri ini membawa rasa aman dan nyaman.
“Kami merasa lebih tenang karena dapur ini langsung dikelola polisi,” kata Paeran, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 10 Palembang.
“Petugas SPPG juga selalu menanyakan tanggapan anak-anak soal menu. Kadang menu esok hari disesuaikan dengan keinginan mereka, tapi tetap memenuhi takaran gizi,” tutupnya. (FZP)

