RELUNG.ID – Produksi batu bara di Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang Januari-November 2024 tercatat mencapai 92,89 juta ton, lebih rendah dibanding capaian produksi sepanjang 2023 yang mencapai 105,7 juta ton.
Kabid Teknik dan Penerimaan Minerba, Armaya Sentanu, mengungkapkan dari total produksi tersebut, sebanyak 40,59 juta ton disalurkan untuk kebutuhan domestik dan 48,27 juta ton untuk ekspor.
“Produksi batu bara sepanjang Januari-November 2024 baru 92.892.671,92 ton. Target tahun ini sebesar 135 juta ton, dan kami optimis dapat mencapai 90% dari target, yaitu sekitar 120 juta ton pada akhir tahun,” ujar Armaya pada Minggu (15/12/2024).
Armaya menjelaskan bahwa batu bara dari Sumsel diekspor ke sejumlah negara di Asia dan Australia, termasuk China, India, Korea Selatan, Jepang, Vietnam, Thailand, Malaysia, Bangladesh, dan Australia.
“Negara-negara ini sudah menjadi tujuan utama ekspor batu bara Sumsel,” tambahnya.
Meski optimis produksi batu bara bisa meningkat hingga akhir tahun, angka tersebut diprediksi tetap lebih rendah dari target yang ditetapkan Kementerian ESDM sebesar 135 juta ton.
“Kemungkinan tidak tercapainya target ini akan menjadi evaluasi kami untuk target produksi 2025. Namun, penentuan target untuk tahun depan masih menjadi kewenangan Kementerian ESDM, dan kami menunggu informasi resminya,” jelas Armaya.
Dia juga memastikan bahwa meskipun target produksi tak tercapai, tidak ada kendala signifikan dalam operasional tambang di tahun ini.
“Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti walaupun produksi belum mencapai target,” pungkasnya.[AYK]

