RELUNG.ID — Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Selatan (Sumsel), Hendriansyah, mengumumkan target produksi batu bara Sumsel tahun ini yang ditetapkan pada rentang 105-110 juta ton.
“Target tersebut merupakan lonjakan signifikan dari tahun sebelumnya, yang mencapai 103 juta ton pada 2023, yang merupakan rekor tertinggi dalam sejarah Sumsel, ” kata dia, Jumat (29/3/2024).
“Peningkatan produksi ini sebagian besar didorong oleh kontrak dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mandiri (Independent Power Producer – IPP) Power Plant Sumsel 8 dan Sumbagsel 1 di Baturaja, Kabupaten OKU, ” tambah dia.
Hendriansyah menjelaskan bahwa kebutuhan batu bara yang tinggi, terutama untuk pembangunan infrastruktur energi, menjadi alasan utama di balik target produksi yang ambisius tersebut.
“Selain itu, pasar ekspor yang mencapai sekitar 30% juga menjadi faktor penting. Pada tahun lalu, nilai ekspor batu bara Sumsel mencapai USD 3.381 juta, ” kata dia.
Dalam produksi tahun lalu, sekitar 50% eksplorasi dilakukan oleh PTBA, sementara sisanya berasal dari perusahaan lain seperti PT BAU, PT MAS, dan lainnya. Secara wilayah, produksi terbanyak terdapat di Lahat, Muara Enim, Muratara, dan Muba.
“Meskipun demikian, Hendriansyah menekankan bahwa masih ada potensi besar yang belum dieksplorasi, dengan cadangan batu bara yang mencapai sekitar 8,54 miliar ton, yang merupakan sekitar 33,07% dari total cadangan batu bara nasional, ” kata dia. [RG]

