RELUNG.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan mencatat peningkatan produksi padi sebesar 0,35 persen pada September 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hasil tersebut menunjukkan produksi padi yang dikonversi menjadi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 2,842 juta ton.
Kepala BPS Sumsel, M Wahyu Yulianto, menyatakan bahwa tiga kabupaten utama menjadi kontributor terbesar dalam peningkatan produksi GKG, yaitu:
– Ogan Komering Ilir (OKI)
– Banyuasin
– Ogan Komering Ulu Timur (OKUT)
Pada September 2024, total gabah kering yang dihasilkan mencapai 9,79 ribu ton, atau mengalami peningkatan 5,62 ribu ton dibandingkan September 2023.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, menegaskan bahwa keberhasilan ini perlu diikuti dengan langkah strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi padi. Beberapa langkah yang direncanakan meliputi
1. Penambahan anggaran melalui APBD untuk subsidi pestisida dan pupuk.
2. Perluasan lahan pertanian, terutama pada lahan potensial dengan target peningkatan hasil panen dari 4 ton per hektar menjadi 6-7 ton per panen.
3. Pemanfaatan lahan rawa sesuai dengan rencana Kementerian Pertanian untuk memperluas area tanam.
Bambang juga menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dalam menghadapi tantangan seperti banjir, serangan hama, dan kemarau panjang yang terjadi pada 2024. Program optimalisasi lahan dan perbaikan sistem irigasi menjadi fokus agar produktivitas tetap stabil meskipun cuaca tidak menentu.
Dengan strategi pemerintah daerah dan dukungan dari Kementerian Pertanian, Sumsel diharapkan dapat terus meningkatkan kontribusinya terhadap produksi beras nasional.[AYK]

