RELUNG.ID – Memasuki siklus musim trek, produksi buah sawit mengalami penurunan.
Meski demikian, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kabupaten Muara Enim mengalami kenaikan.
Kenaikan harga ini mencapai Rp2.440 per kilogram dari sebelumnya di harga Rp.410 per kilogram.
Pengepul Sawit Kecamatan Gunung Megang, Makmur (56) menjelaskan saat ini tanaman atau kebun kelapa sawit memasuki siklus musim trek sehingga berdampak pada produksi buah sawit berkurang.
“Buah trek ini sangat memperngaruhi pendapat petani. Setelah melalui musim trek kurang lebih tiga bulan, produksi buah sawit akan kembali normal,” katanya, Kamis (1/8)
Secara keseluruhan perkebunan sawit di Kabupaten Muara Enim telah memasuki musim trek sehingga berdampak produksi buah sawit mengalami penurunan kurang lebih 75 persen.
“Kondisi yang dialami petani saat ini tandan buah segar menurun, harga naik. Mau bagaimana lagi karena musim trek adalah
musim tahunan tidak ada penanganan khusus karena trek ini terjadi setiap tahun,” ungkapnya.
Saat memasuki musim trek hasil produksi kebun petani hanya 25 persen. Dimana normalnya satu hektare menghasilkan satu sampai dua ton TBS, namun saat masa trek hasil produksi bisa mencapi 200 kilogram.
“Alhamduliah disaat memasuki musim trek seperti saat ini harga naik sehingga dengan naiknya harga TBS di musim trek seperti ini dapat memehuni kebutuhan pertani selama memasuki musim trek. Sebelumnya harga TBS Rp2.410 per kilogram naik menjalani Rp2.440 per kilogram,” pungkasnya. (NVS)

