RELUNG.ID — Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel, Agus Fatoni, mengumumkan bahwa produktivitas padi di Sumatera Selatan merupakan yang tertinggi di Sumatera dan menempati peringkat keempat secara nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara di Griya Agung Palembang pada Ahad (3/3/2024).
Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menjadikan daerah ini sebagai penyumbang pangan nasional terus dilakukan melalui berbagai terobosan, salah satunya dengan meningkatkan produksi padi.
Fatoni menjelaskan bahwa produktivitas padi di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2023 mencapai peringkat keempat tertinggi di tingkat nasional, setelah Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Gabah Kering Giling (GKG) di Palembang mencapai 56,19 ku/ha, mengalami peningkatan sebesar 2,13 ku/ha (3,94 persen) dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dengan peningkatan produktivitas padi tersebut, produksi gabah di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2023 mencapai 2.832,77 ribu ton GKG, meningkat sebanyak 57,70 ribu ton GKG (2,08%) dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 2.775,07 ribu ton GKG.
Produksi padi tertinggi pada tahun 2023 tercatat pada bulan Maret sebesar 505,39 ribu ton GKG. Sedangkan produksi beras di Provinsi Sumatera Selatan sepanjang Januari hingga Desember 2023 setara dengan 1.626,74 juta ton beras, meningkat sebesar 33,14 ribu ton (2,08 persen) dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dengan demikian, Provinsi Sumatera Selatan tetap menjadi lumbung padi/beras nasional terbesar kelima setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.
Kepala BPS Provinsi Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, juga mengungkapkan bahwa produksi padi pada tahun 2023 mencapai 2.832,77 ribu ton GKG, meningkat sebesar 57,70 ribu ton GKG atau 2,08 persen dibandingkan dengan produksi padi di tahun 2022.
Produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk juga mengalami peningkatan sebanyak 33,14 ribu ton atau 2,08% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. [RG]

