RELUNG.ID – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan perkembangan pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi sepanjang 170,73 kilometer, yang kini telah mencapai 80% penyelesaian. Menteri PU, Dody Hanggodo, optimistis bahwa proyek ini akan mempercepat distribusi barang dan jasa, meningkatkan efisiensi, serta menurunkan biaya transportasi.
Ruas tol ini menjadi bagian penting dari jaringan koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera yang menghubungkan Provinsi Lampung hingga Aceh dengan total panjang 2.107 kilometer.
“Dengan memangkas waktu tempuh antarwilayah pada sektor logistik, proyek ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru,” ujar Dody pada Sabtu (7/6).
Investasi senilai Rp 21,02 triliun digelontorkan untuk pembangunan tol ini, yang dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya melalui empat seksi:
- Seksi 1 Betung-Tungkal Jaya (62 km)
- Seksi 1A (30,8 km): Progres konstruksi 27,62%.
- Seksi 1B (31,58 km): Progres 1,7%.
Kontraktor: PT Adhi Karya, PT Waskita Karya, dan PT Jaya Konstruksi.
- Seksi 2 Tungkal Jaya-Bayung Lencir (56 km)
- Seksi 2A (37,36 km): Progres 3,88%.
- Seksi 2B (18,40 km): Progres 5,86%.
Kontraktor: PT PP (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya (KSO).
- Seksi 3 Bayung Lencir-Tempino (34,1 km)
- Telah selesai 100% dan mulai beroperasi sejak akhir 2024.
- Seksi 4 Tempino-Interchange Ness (18,49 km)
- Progres pembebasan lahan 98,72%.
- Progres fisik 80,04%.
- Ditargetkan rampung pada 2025.
Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi akan dilengkapi dengan lima simpang susun (SS), yaitu SS Betung, SS Tungkal Jaya, SS Bayung Lencir, SS Tempino Jambi, dan SS Ness. Ruas ini juga terkoneksi dengan jalan nasional lintas Sumatera (Palembang-Jambi), yang diharapkan mendukung pengembangan wilayah yang dilintasi.
Dody menambahkan bahwa proyek ini bukan hanya mendorong kelancaran logistik, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan yang terhubung.

