Sirene serangan udara terdengar di sebuah pulau Korea Selatan dan penduduk dievakuasi ke tempat perlindungan bawah tanah setelah Korea Utara menembakkan 23 rudal pada hari Rabu kemarin (2/11).
Bahkan, satu dari rudal tersebut ke arah dan mendarat di dekat perbatasan laut yang tegang.
Tembakan rudak Korea Utara ini pun direspon oleh Korea Selatan dengan meluncurkan misilnya di wilayah perbatasan yang sama.
Rentetan uji coba rudal Korea Utara iini datang ketika perhatian dunia terfokus pada Korea Selatan setelah tragedi Halloween akhir pekan yang melihat lebih dari 150 orang tewas dalam gelombang kerumunan di Seoul yang merupakan bencana terbesar negara itu dalam beberapa tahun.
Militer Korea Selatan mengatakan Korea Utara meluncurkan setidaknya 23 rudal, dengan rincian 17 di pagi hari dan enam di sore hari di lepas pantai timur dan baratnya. Semua senjata yang diluncurkan yakni rudal balistik jarak pendek atau dugaan rudal permukaan ke udara.
Tak hanya itu, Korea Utara juga menembakan setidaknya 100 peluru artileri ke zona penyangga maritim timur yang dibuat Korea pada tahun 2018 untuk mengurangi ketegangan.
“Ke-23 rudal yang diluncurkan merupakan rekor jumlah uji coba rudal harian oleh Korea Utara,” kata beberapa ahli dikutip dari AFP, Kamis (3/11).
Salah satu rudal balistik terbang menuju pulau Ulleung Korea Selatan sebelum akhirnya mendarat 167 kilometer barat laut pulau itu. Militer Korea Selatan mengeluarkan peringatan serangan udara di pulau itu, menurut Kepala Staf Gabungan Selatan. Media Korea Selatan menerbitkan foto-foto penduduk pulau yang pindah ke tempat penampungan bawah tanah.
Dalam pertemuan darurat dengan pejabat tinggi keamanan, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol memerintahkan para pejabat untuk mengambil langkah cepat yang tidak ditentukan untuk membuat Korea Utara menghadapi konsekuensi atas provokasinya. Dia mengatakan dia akan menganggap pendaratan rudal Korea Utara di dekat perbatasan sebagai
“pelanggaran virtual terhadap perairan teritorial (kami).” katanya kantor kepresidenan Korea Selatan.
Selama pertemuan itu, para pejabat juga menyesalkan bahwa peluncuran rudal Korea Utara terjadi saat Korea Selatan berada dalam masa berkabung atas kerumunan massa. Mereka mencatat ini “dengan jelas menunjukkan sifat pemerintah Korea Utara,” tulisnya.

