RELUNG.ID – Puasa bukan hanya sekedar menahan makan dan minum serta hal yang membatalkan lainnya.
Namun, Puasa merupakan sarana dalam meredam hawa nafsu yang menyebabkan kriminalitas.
Salah satunya berhubungan seksual diluar nikah bagi para jomblo yang belum menikah.
Baca Juga: Game Mobile RPG Outerplane Bakal Dirilis Akhir Mei Mendatang
Karena itu, bertepatan di Bulan Ramadhan, puasa tentunya dapat menjadi perisai bagi para jomblo dalam mengendalikan hawa nafsu. Dimana, hawa nafsu merupakan media yang digunakan oleh setan.
Nabi Muhammad SAW sudah jauh-jauh hari memberi tips kepada para jomblo yang belum mampu untuk menikah karena belum adanya biaya dengan cara mendawamkan puasa.
حدثنا عبدان عن أبي حمزة عن الأعمش عن إبراهيم عن علقمة قال: بينا أنا أمشي مع عبد الله رضي الله عنه فقال: كنا مع النبي صم فقال: من استطاع الباءة فليتزوج فإنه أغض للبصر, وأحصن للفرج. ومن لم يستطع فعليه بالصوم, فإنه له وجاء
Artinya: “Menceritakan kepada kami Abdan (Abdullah bin Utsman) dari Abi Hamzah dari Al-A’masyh dari Ibrahim dari Alqamah, ia berkata: Ketika aku berjalan bersama Abdullah ra ia berkata: Aku bersama Nabi SAW”
Kemudian Nabi bersabda: “Barangsiapa mampu untuk menikah, maka menikahlah karena dapat menjaga pandangan mata dan menjaga kelamin. Barangsiapa belum mampu maka baginya berpuasa, karena puasa ialah perisai baginya”. (Al-Bukhari).
Baca Juga: Sang Pacar Tak Mau Bertanggung Jawab, Ibu Muda di Palembang Buang Bayi di Selokan
Selain sebagai sarana bagi pemuda jomblo untuk belajar mengendalikan syahwatnya, puasa juga dapat menjadi sarana untuk mengendalikan nafsu ghadabiyah (amarah) pada diri manusia. Karena puasa tidak hanya menuntut seseorang untuk menahan makan, minum dan syahwat seksual saja, melainkan juga menuntut untuk menjaga seseorang untuk tidak mencela, memusuhi orang lain serta mengendalikan amarah ketika ada yang mencela kita.
Nabi Muhammad saw bersabda:
والصيام جنة, وإذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث ولا يصخب. وإن سابه أحد أو قاتله فليقل: إني امرؤ صائم
Artinya: “Puasa adalah perisai, jika pada hari puasa salah satu dari kalian maka hendaknya ia tidak berkata kotor dan tidak memusuhi. Jika ada seseorang yang mencela atau memusuhinya hendaknya ia berkata: “Aku dalam keadaan berpuasa.”. (HR Al-Bukhari ).
Baca Juga: Sebelum Menyerang Clover, Asta Berlatih dengan Ryuzen Seven
Karena itu, jadikan puasa Ramadhan ini untuk meningkatkan amal dan nilah ibadah. Sehingga, mendapatkan keberkahan dan melatih membiasakan untuk mengendalikan diri dari jeratan syahwat dan amarah.

