RELUNG.ID – Petani di Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Sumsel terancam gagal panen.
Hal ini dikarenakan puluhan hektare sawah mereka dilanda kekeringan akibat Kemarau panjang di Sumsel.
“Tanaman padi saya baru sekitar 40 hari, kalau bulan ini belum juga turun hujan maka dipastikan padi yang kakmi tanam akan mati,” seorang pemilih petak sawah, Andik, Kamis (5/10).
Baca Juga: Palembang Batal Jadi Venue Laga Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam, Ini Alasan Erick Thohir
Dia mengatakan, lahan sawah yang dimilikinya yaitu seluas 2 hektare. Untuk mengolah lahan sebelum tanam.
Dirinya harus mengeluarkan dana sebesar Rp7 juta lebih. Ditambah dengan biaya pupuk dan lainnya sekitar Rp3 juta.
Gabah yang ditanam yaitu sekitar 3 ton dengan harapan dapat diuangkan mencapai Rp24 juta.
Baca Juga: Ini 4 Kesamaan Momonosuke dan Yamato, Nomor 4 Paling Mengejutkan
Sehingga, jika dikurangi biaya modal tanam dan pupuk maka penghasilan bersih yang didapatkan yaitu sebesar Rp14 juta.
“Tapi karena tanaman terancam mati maka jadinya saya rugi total. Bahkan, hingga puluhan juta,” terangnya.
Andik mengaku, kekeringan ini terjadi sejak dua bulan terakhir atau sejak musim kemarau. Hal ini dialami seluruh petani di wilayahnya dengan total sekitar puluhan hektare.
Baca Juga: Isu Pemberontakan Tersebar! Ini 3 Sifat Kerajaan yang Tetap Mendukung Im Sama
Beberapa petani juga berupaya menyelamatkan tanaman padi mereka dengan menggunakan mesin penyedot air dari aliran sungai yang jaraknya kurang sekitar 200 meter dari lahan persawahan.
Namun, karena debit air sungai juga surut akibat kemarau maka usaha itu sia-sia.
“Kami harap hujan segera turun. Sehingga, tanaman padi kami tidak mati dan terhindar dari kerugian,” harapnya.

