Jembatan Gantung di atas bendungan Machu di Morbi Gujarat, India runtuh pada Minggu malam (30/10). Akibatnya, 90 orang dikabarkan tewas dan 70 orang lainnya luka-luka.
Insiden ini berawal dibukanya kembali jembatan tersebut pasca ditutup selama enam bulan dikarenakan renovasi. Pengunjung pun berbondong-bondong naik dan lalu lalang di jembatan tersebut. Bahkan, beberapa sumber menyebutkan total orang yang berlalu lalang lebih dari 150 dan mencapai 400 orang.
Sebelumnya dilaporkan korban tewas berjumlah 68 orang. Namun, angka tersebut bertambah menjadi 90, dan kemungkinan masih terus bertambah. Kondisi gelap membuat penyelamatan mengalami kesulitan.
Dari tayangan yang beredar terlihat orang-orang berpegangan pada kabel dan memanjat sisa-sisa jembatan yang runtuh, sekuat tenaga mencoba bertahan sampai tim darurat datang menolong mereka. Sebagian lain yang jatuh ke sungai mencoba menggapai sesuatu agar tidak tenggelam dan sebagian berenang ke tepian.
Para pejabat mengatakan para korban sebagian besar adalah penduduk setempat yang mengunjungi jembatan itu untuk tujuan rekreasi.
Jembatan bersejarah berusia 140 tahun yang memiliki panjang 230 meter dan dibangun pada masa pemerintahan Inggris pada abad ke-19 ini, merupakan obyek wisata yang menarik minat pengunjung terutama di akhir pekan dan selama perayaan Diwali baru-baru ini.
Para pejabat mengatakan, jembatan itu ambruk karena tidak bisa menampung jumlah orang di atasnya.
Menteri Dalam Negeri Harsh Sanghavi mengatakan telah menurutnkan tim penyelamat sebanyaknya untuk membantu para korban, termasuk mencari yang hilang.
Peristiwa ini mengejutkan Presiden Droupadi Murmu dan juga Perdana Menteri Narendra Modi. keduanya mengucapkan kesedihan mendalam dan mendoakan kekuatan bagi kleuarga para korban.
“Tragedi di Morbi, Gujarat, membuat saya sedih. Pikiran dan doa saya bersama orang-orang yang terkena dampak. Upaya bantuan dan penyelamatan akan membawa bantuan kepada para korban,” ujar Murmju dalam cuitannya dki media sosial, seperti dikutip dari India Times.
Modi, yang berada di negara bagian asalnya Gujarat untuk kunjungan tiga hari, mengatakan dia telah mengarahkan kepala menteri negara bagian untuk segera memobilisasi tim untuk operasi penyelamatan.
“Saya sangat sedih dengan tragedi itu,” katanya.
Kantornya mengumumkan kompensasi kepada keluarga korban tewas dan mendesak upaya penyelamatan cepat. ANI melaporkan kemungkinan Modi membatalkan roadshow yang akan diadakan di Ahmedabad dan akan mengunjungi Morbi.
Pemerintah negara bagian telah membentuk tim investigasi khusus untuk melakukan penyelidikan atas bencana tersebut.

