Sebanyak 20 pelajar dari sejumlah sekolah di Kota Palembang terpaksa dibawa ke Mapolda Sumsel. Pasalnya, puluhan pelajar tersebut terlibat aksi sweeping dan melukai korban sesama pelajar pada 17 Agustus 2022 lalu.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Polda Sumsel, Kompol Agus Prihadinika didampingi Kanit 3, Kompol Willy Oscar mengatakan kejadian ini terjadi pada 17 Agustus lalu, dimana korbannya yaitu pelajar SMK berinisial RS (16) warga Desa Gasing, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasiin.
Saat itu, korban hendak pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor usai mengikuti upaya bendera di hari kemerdekaan RI. Namun, sekelompook pelajar ini mencegat korban dan menanyakan asal sekolah hingga melakukan pengeroyokan. Bahkan diantaranya menyabet sajam ke arah kaki kiri korban
“Akibat aksi tersebut, korban mengalami luka sabetan parang di telapang kaki kirinya. Bahkan, jari kelingkingnya putus,” katanya, Senin (5/9).
Aksi tersebut, terekam dan viral di media sosial. Kemudian, anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan penyelidikan dan mengarah ke beberapa pelajar di beberapa sekolah yang berbeda.
“Pelajar ini dijemput di sekolahan mereka masing-masing dan sudah kami panggil orangtuanya untuk diberikan pembinaan,” tutupnya.
Sementara itu, Seorang pelajar berinisial D (16) mengaku hanya ikut-ikutan saja melakukan sweeping. Dia pun mengaku tidak tahu akan peristiwa tersebut. “Saya hanya ikut-ikutan saja pak, dan tidak tahun menahu kejadian itu,” pungkasnya.
