RELUNG.ID – Kemiskinan di Kota Palembang terus menjadi sorotan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.
Pasalnya, berdasarkan data dari Dinas Sosial (Dinsos) Palembang setidaknya ada 19.644 Kepala Keluarga (KK) di Palembang yang tergologn dalam miskin ekstrem.
“Data ini tercatat hingga September 2024,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, Aprizal Hasyim, Kamis (24/10).
Menurutnya, kondisi ini harus menjadi evaluasi dan perhatian. Tentunya, ini harus segera ditangani secara maksimal.
Dia menjelaskan, KK yang tergolong miskin ekstrem ini memiliki pendapatan harian hanya Rp10 ribu. Dimana, mayoritasnya berada di Kawasan Ulu, seperti di Kertapati, dan Gandus.
“Untuk angka kemiskinan terendah di Palembang itu ada di Kecamatan Ilir Timur (IT) 2 dengan persentase sekitar 10 persen,” terangnya.
Dia menambahkan, kemiskinan ekstrem di Palembang perlu ditindaklanjuti pemerintah, dengan mulai menjalin kerja sama antara lurah, camat, RT dan RW.
Pihak-pihak terkait tersebut berperan penting dalam pendataan dan deteksi penerimaan tepat sasaran bantuan sosial (bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
“Miskin ekstrem ini identik dengan mereka yang tidak punya pekerjaan, maka peran aktif dari RT RW untuk mengusulkan ke OPD terkait untuk melakukan pelatihan agar punya pekerjaan, seperti keterampilan menjahit, bengkel dan lainnya,” pungkasnya. (DSK)

