RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) akan meluncurkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada pekan kedua Februari 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini berbagai penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, mengungkapkan bahwa lebih dari 24.404 tenaga kesehatan (nakes) akan dikerahkan untuk melayani masyarakat di berbagai fasilitas kesehatan. Selain itu, sebanyak 588 klinik pratama dan 354 puskesmas telah disiapkan guna memastikan kelancaran program ini.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat Sumsel mendapatkan akses layanan kesehatan berkualitas dengan mudah,” ujar Trisnawarman, Senin (3/2/2025).
Berbeda dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up), program ini lebih berfokus pada skrining awal sesuai dengan kelompok usia. Pemeriksaan yang tersedia meliputi:
Bayi Baru Lahir
– Skrining hormon dan G6PD
– Deteksi penyakit jantung bawaan dan kelainan empedu
– Pemantauan pertumbuhan
Anak Prasekolah (1-6 Tahun)
– Pemeriksaan tumbuh kembang
– Skrining tuberkulosis, kesehatan mata, gigi, dan telinga
– Deteksi thalasemia dan kadar gula darah
Dewasa dan Lansia
– Skrining tekanan darah, gula darah, dan risiko stroke
– Deteksi dini penyakit jantung, ginjal, serta berbagai jenis kanker (payudara, leher rahim, paru-paru)
– Pemeriksaan kesehatan mata, gigi, hati, kebugaran, dan kesehatan jiwa
Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini akan dilakukan dalam tiga kategori utama:
1. Ulang Tahun – Ditujukan bagi balita dan masyarakat berusia 18 tahun ke atas. Pemeriksaan dapat dilakukan selama satu bulan setelah tanggal ulang tahun di puskesmas dan klinik.
2. Sekolah – Menyasar anak usia 6-18 tahun**, yang pemeriksaannya akan dilakukan langsung di sekolah.
3. Khusus – Diperuntukkan bagi ibu hamil dan balita, dengan layanan tersedia di puskesmas dan posyandu sesuai jadwal.
Dengan program ini, Pemprov Sumsel berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Deteksi dini diharapkan mampu mencegah penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kami ingin memastikan seluruh warga Sumsel mendapatkan layanan kesehatan terbaik dan tidak ada lagi hambatan dalam mengakses fasilitas kesehatan,” tutup Trisnawarman. [TRA]

